DOSEN TBI KENALKAN BUDAYA MELALUI KOSA KATA RAGAM REMPAH INDONESIA

Menindaklanjuti adanya pertemuan daring pihak Konjen KBRI Davao dengan BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta dalam upaya penjaringan minat mahasiswa asing. Philipina (18/11) BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan kunjungan dalam rangka Capacity Building untuk guru dan siswa di Sekolah Indonesia Davao. Agenda tersebut sekaligus membicarakan upaya jalinan kerja sama antara UIN Raden Mas Said Surakarta dengan kedutaan Indonesia di Davao dengan upaya bentuk kerjasama dan penjaringan mahasiswa asing untuk bisa masuk menjadi mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Kedatangan perwakilan UIN yang terdiri dari Dr. Supandi, M.Ag, Dr. Siti Isnaniah, M.Pd dan Elen Inderasari, M.Pd. disambut baik oleh bidang bagian Politik Budaya Ibu Heny di kantor konsulat jenderal perwakilan Indonesia di Davao City.

            Hari kedua kegiatan Capacity Building mengusung tema materi pengenalan budaya dan bahasa disampaikan oleh Elen Inderasari, M.Pd. Terkait pengenalan budaya dan bahasa dengan tujuan diberikan kepada siswa SID yang kebanyakan mereka warga asli Philipina meski sebagian bahasa yang digunakan lebih pada bahasa daerah asal dan bahasa Indonesia. Pengenalan Budaya melalui materi mengenal berbagai bentuk kosa kata dalam tema Rempah-rempah Indonesia adanya usur kesamaan latar belakang budaya dalam ranah kuliner. Sehingga perlu dipahamkan bahwa Indonesia dan Philipina sudah ada kedekatan dua negara sejak lama, terbukti adanya ragam kosa kata beberapa yang sama dalam sehari-hari.

Tidak sekadar mengenal dan belajar kosakata, para siswa juga belajar praktik membuat wedang rempah. Antusias para siswa mengikuti praktik membuat wedang rempah menjadi pengalaman baru bagi mereka. Sehingga mereka tahu bahwa di Indonesia rempah tidak hanya menjadi bahan masakan namun juga bisa diolah menjadi wedang atau minuman yang berkhasiat. Antusiasme mereka terlihat tatkala memperhatikan dan ikut mencoba membuat wedang rempah.

            Kegiatan berikutnya pengenalan kesenian dalam budaya Indonesia melalui kesenian angklung yang di praktikkan bersama-sama, serta ragam tarian budaya Indonesia yang bisa di nikmati bersama. Ketertarikan siswa dalam budaya dan bahasa Indonesia menjadi bagian dalam upaya menginternasionalisasikan bahasa dan budaya Indonesia di luar negeri.