VISI

Menjadi Fakultas Unggul dan Inovatif dalam Ilmu-ilmu Keadaban dan Kebahasaan untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia Maju Berkeadaban pada 2034

Kata kunci pada visi Fakultas Adab dan Bahasa di atas adalah: unggul, inovatif, ilmu-ilmu keadaban dan kebahasaan, masyarakat Indonesia maju, berkeadaban dan tahun 2034. Kata-kata kunci itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

A.Unggul

Secara bahasa, “unggul” memiliki dua arti, yaitu: 1) lebih tinggi daripada yang lain, dalam artian terbaik dan terutama; 2) menang. Dengan ini, maka unggul mengandung arti “terbaik dan menang”. Terbaik tanpa menang adalah kamuflase, dan menang tanpa terbaik adalah nihilisme. Untuk menjadi terbaik sekaligus pemenang, terutama dalam era Revolusi Industri 4.0, kata kunci yang harus dimilliki setiap lembaga adalah memiliki sifat dan karakter “bersaing” dengan lembaga lain. Orang atau lembaga yang mampu bersaing, maka ia akan terus berusaha dan selalu untuk menjadi yang terbaik dan pemenang. Oleh karena itu, core value yang dapat dimunculkan dari nilai unggul adalah competitive. Lembaga yang mampu berkompetisi secara global dengan lembaga lain, dengan cara menjadi yang terbaik, itulah yang kemudian menjadi pemenang. Dalam perpektif Pendidikan Abad Ke-21, kesadaran kompetitif ini dapat melahirkan: berpikir kritis, menyelesaikan masalah, komunikasi dan kolaborasi, kreativitas dan inovasi, serta literasi informasi. Unggul bermakna lebih tinggi atau pemenang. Fakultas Adab dan Bahasa selalu memiliki keunggulan atau nilai lebih tinggi dalam implementasi tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tridharma yang unggul bercirikan integrasi keilmuan keadaban dan kebahasaan yang berwawasan lingkungan dan kearifan lokal. Dengan demikian, makna Unggul mengandung makna sebagai pusat pengembangan keilmuan keadaban dan kebahasaan yang integratif yang merupakan penopang peradaban. Di antara ciri keunggulan ini dapat termanifestasi meliputi kemampuan kompetisi yang menghasilkan pengakuan akreditasi, sertifikasi, rekognisi, indexing atau pemeringkatan dalam bidang tridharma perguruan tinggi.

B.Inovatif

Inovatif secara bahasa berarti bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru dan bersifat pembaruan atau kreasi baru. Inovatif yang dimaksud adalah selalu mengupayakan dan melakukan pembaharuan, terobosan baru dalam dalam bidang tri dharma perguruan tinggi. Dengan demikian, Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta selalu membudayakan inovasi-inovasi dalam pengembangan keilmuan keadaban dan kebahasaan yang berwawasan lingkungan dan kearifan lokal dengan dukungan penerapan layanan transformasi digital. Di antara ciri inovatif ini termanifestasi dalam sikap kelembagaan yang selalu adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, modernisasi kurikulum, penelitian transdisiplin, pengabdian transformatif yang terintegrasi dengan hasil-hasil penelitian dan pengajaran yang didukung oleh layanan transformasi digital. Oleh karena itu, core value yang dapat dimunculkan sebagai pengejewantahan dari terma ini adalah creative, karena inovasi berujuk pada adanya kreasi baru yang dihasilkan. Apabila dua terma di atas dipadukan, maka menghasilkan core value berupa competitive-creative

C.Ilmu-ilmu Keadaban dan Kebahasaan

Ilmu-ilmu keadaban dan kebahasaan merupakan bidang cakupan yang menjadi lingkup keilmuan fakultas. Sesuai penjelasan pasal 10 UU no. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, rumpun ilmu agama merupakan rumpun ilmu pengetahuan yang mengkaji keyakinan tentang ketuhanan atau ketauhidan serta teks-teks suci agama, yang antara lain mencakup ilmu adab. Sedangkan kebahasaan merupakan cakupan bidang ilmu yang terkait studi Bahasa, baik kajian sastra ataupun Bahasa dan pembelajarannya. Saat ini Fakultas Adab dan Bahasa dengan lingkup keilmuan ini memiliki tiga jurusan, yaitu: Jurusan Sastra dengan dua program studinya, yakni Sastra Inggris (SI) dan Bahasa dan Sastra Arab (BSA); Jurusan Bahasa yang memuat program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Tadris Bahasa Indonesia (TBI); dan Jurusan Peradaban Islam yang melingkupi program studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII).

D.Masyarakat Indonesia Maju

Masyarakat Indonesia maju merupakan penerjemahan dari terma “untuk memajukan kesejahteraan umum” yang terdapat dalam Pembukakaan UUD 1945. Term ini juga yang menjadi tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalam UU PT pasal 5 yang menyebutkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan pendidikan tinggi serta pengabdian yang dilakukannya bermanafaat untuk kemajuan bangsa, kemajuan peradaban, serta kesehajteraan umat manusia. Pernyataan ini juga menjadi penerjemahan dari pasal 31 ayat 3 UUD 1945 bahwa pendidikan diharapkan mampu menjalankan peran strategis dalam memajukan peradaban dan kesejahteraan umat manusia. Masyarakat Indonesia maju merupakan bagian dari visi Indonesia 2045, yaitu berdaulat, maju, adil dan makmur. Masyarakat Indonesia maju dapat diindeks melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Badan Pusat Statistik menyebut IPM dapat dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Dimensi pengetahuan tentu saja menjadi salah satu terpenting, menyangkut kemampuan masyarakat untuk mengakses pendidikan (IPM BPS, 2021). Fakultas Adab dan Bahasa dalam kaitan ini menyelenggarakan tri dharma pendidikannya dalam rangka mewujudkan dan berkontribusi bagi visi Indonesia 2045 untuk melahirkan masyarakat Indonesia maju melalui peningkatan pengetahuan jalur pendidikan. Pengetahuan yang disemaikembangkan melalui jalur pendidikan di FAB kiranya berdasarkan keilmuannya, yang dalam bahasa manajamen disebut profesional, yaitu memerlukan kepandaian khusus dalam menjalankannya. Keilmuan adab dan bahasa yang menjadi ranah mandat keilmuan fakultas dikelola secara profesional, sehingga melahirkan lulusan yang profesional bedasarkan keilmuannya. Dengan ini, masyarakat Indonesia maju dapat diwujudkan melalui produksi insan-insan profesional. Oleh karena itu, core value yang lahir dari term aini adalah professional.

E.Berkadaban 

Beradab secara bahasa berarti mempunyai adab, mempunyai budi bahasa yang baik, berlaku sopan; dan telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya, sehingga peradaban diartikan sebagai kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin; dan ini menyangkut sopan santun, budi bahasa dan kebudayaan suatu bangsa. Berkeadaban dalam kaitan ini dapat dimaknai sebagai ketinggian tingkat kecerdasan lahir batin; dengan memiliki kebaikan budi pekerti (budi bahasa, sopan santun dan beradab). Berkeadaban dengan demikian merujuk pada bahasa agama yang disebut akhlak mulia. Berdasarkan hadis Nabi bahwa “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Abu Daud [hadis no. 4682], Tirmidzi [hadis no. 1162 dan Ahmad [hadis no. 527], dari Abu Hurairah), dapat dipahami secara mafhum mukhalafah bahwa setiap orang yang memiliki akhlak mulia, secara otomatis ia beriman, karena iman merupakan landasannya, dan akhlak adalah manifestasi dari keimanannya. Dalam ajaran Islam, akhlak mulia dapat dimaknai sebagai sebuah kesalehan (piety), baik yang bersifat individual (ibadah) ataupun yang bersifat sosial (muamalah). Menjadi orang saleh (pious) adalah penting dalam Islam, sebagai bentuk dan manifestasi dari keimanannya. Oleh karena itu, nilai yang dapat dipersepsikan dari visi FAB di atas adalah pious (saleh). Dalam konteks Islam Indonesia, kesalehan tentu saja harus berkait-kelindan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam arti bahwa kesalehan seorang Muslim Indonesia harus terkait komitmen kebangsaannya, sikap toleransinya, prilaku antikekerasannya, dan akomodasinya terhadap budaya lokal. Inilah watak moderat Islam Indonesia. Oleh karena itu, pious-moderate (saleh-moderat) dapat menjadi salah satu core value FAB sesuai visinya.

F.2034

2034 merupkan jangka pencapaian visi, artinya visi FAB dapat terealisasikan pada jangka waktu tahun 2034. Jangka ini mengikuti renstra yang dikembangkan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta, yaitu untuk jangka waktu 2019-2034.

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran keilmuan adab dan bahasa yang berwawasan lingkungan dan kearifan lokal untuk mewujudkan masyarakat Indonesia maju berkeadaban;
  2. Mengembangakan tradisi ilmiah melalui penelitian multidisiplin dan intradisiplin, serta publikasi ilmiah bagi penguatan inovasi ilmu-ilmu keadaban dan kebahasaan;
  3. Meningkatkan kontribusi fakultas bagi pemberdayaan kesejahteraan masyarakat berbasis keilmuan adab dan kebahasaan;
  4. Meningkatkan kerja sama nasional dan internasional dalam bidang pendidikan pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian masyarakat berbasis keilmuan adab dan bahasa untuk menciptakan tatanan dunia yang damai dan bermartabat.
N

Menghasilkan lulusan keilmuan adab dan kebahasaan yang profesional, kompetitif, dan berkarakter Islam yang dapat menjadi acuan secara nasional maupun regional.

N

Menghasilkan temuan-temuan penelitian inovatif dalam bidang keilmuan adab dan kebahasaan.

N

Menghasilkan layanan masyarakat yang berkaitan dengan keilmuan adab dan kebahasaan dalam berbagai bentuk, baik akademik maupun non akademik.

N
Menghasilkan tata kelola yang Islami dan memperluas kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dengan keilmuan adab dan kebahasaan.

Program Studi

Fakultas Adab dan Bahasa memilik enam (6) Program Studi, yaitu:

1.Program Studi Sastra Inggris

2.Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

3.Program Studi Bahasa dan Sastra Arab

4.Program Studi Sejarah Peradaban Islam

5.Program Studi Tadris Bahasa Indonesia

6.Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam

 Menjadi Fakultas Unggul dan Inovatif dalam Ilmu-ilmu Keadaban dan Kebahasaan untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia Maju Berkeadaban pada 2034″, Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki tiga core values, yaitu: competitive-creative, pious-moderate, dan profesional.

Prof. Dr. Toto Suharto. S.Ag., M.Ag.

Dekan 

FAKULTAS ADAB DAN BAHASA

Jl. Pandawa No.23, Dusun IV, Pucangan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57168