Rapat Koordinasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I Tahun 2026

KabarFAB – Unit Laboratorium Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I Tahun 2026 pada hari ini (07/04/2026), secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh 25 dosen yang akan bertugas sebagai DPL pada pelaksanaan PLP I yang direncanakan berlangsung pada pertengahan April 2026 di 25 sekolah/madrasah yang tersebar di wilayah Surakarta.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memberikan arahan teknis kepada para dosen pembimbing lapangan guna memastikan pelaksanaan PLP I berjalan secara optimal, terarah, dan sesuai dengan standar akademik yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat kebijakan baru berupa penggabungan Magang 1 dan Magang 2 menjadi satu kesatuan kegiatan dengan bobot 2 SKS. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjadikan program magang lebih komprehensif dan selaras dengan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penggabungan ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan durasi magang sebelumnya, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam dan utuh.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pelaksanaan magang selama kurang lebih dua minggu harus dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan pedoman teknis yang jelas, meliputi rambu-rambu kegiatan, daftar tugas (tagihan), serta rundown kegiatan yang terstruktur. Hal ini penting untuk menghindari kebingungan mahasiswa di lapangan dan memastikan setiap aktivitas memiliki arah serta capaian yang jelas.

Dekan juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara pihak kampus dan sekolah mitra. Penyamaan persepsi terkait tujuan dan harapan program menjadi kunci dalam menciptakan sinergi yang baik serta meminimalisir potensi kendala selama pelaksanaan kegiatan. Selain itu, dosen pembimbing lapangan diharapkan memiliki pemahaman yang seragam terkait capaian pembelajaran, proses pendampingan, serta kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke lapangan.

Dalam aspek non-akademik, mahasiswa diharapkan mampu menjaga sikap, etika, dan profesionalitas selama berada di lingkungan sekolah. Hal ini penting mengingat keberadaan mahasiswa turut memengaruhi citra dan kepercayaan mitra terhadap fakultas dan program studi. Kinerja mahasiswa yang baik diharapkan dapat memperkuat reputasi institusi serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Terkait evaluasi, disampaikan bahwa sistem SIAKAD saat ini telah menggunakan skala penilaian 100. Oleh karena itu, seluruh bentuk penilaian kegiatan akademik, termasuk PLP I, harus menyesuaikan dengan sistem tersebut guna mempermudah proses input nilai dan menghindari kendala teknis.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang I Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa PLP I merupakan tahap strategis dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik profesional. Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga dituntut untuk mengembangkan kemampuan analitis, reflektif, serta pemahaman pedagogik yang mendalam.

Beliau menekankan bahwa PLP I harus diposisikan sebagai jembatan antara pengetahuan teoretis dan praktik profesional. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus berbasis pada observasi yang analitis dan reflektif dengan dukungan kerangka ilmiah yang kuat.

Sejalan dengan upaya peningkatan mutu akademik dan pencapaian standar internasional, pelaksanaan PLP I harus mengedepankan prinsip academic rigor, quality assurance, serta alignment dengan standar global. Setiap tahapan kegiatan diharapkan berjalan secara sistematis, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, termasuk dalam hal instrumen dan mekanisme penilaian.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa peran dosen pembimbing lapangan sangat krusial, tidak hanya sebagai pengawas administratif, tetapi juga sebagai mentor akademik. Dosen diharapkan mampu membimbing mahasiswa dalam melakukan observasi yang bermakna, mengarahkan pemikiran kritis dan analitis, serta membantu mahasiswa dalam mengonstruksi pemahaman terhadap praktik pembelajaran di lapangan.

Keberhasilan PLP I sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang diberikan. Oleh karena itu, diperlukan standar bimbingan yang jelas, konsisten, serta didukung dengan pemberian umpan balik yang konstruktif dan terdokumentasi.

Adapun luaran dari kegiatan PLP I tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga akademik dan reflektif. Luaran tersebut meliputi laporan observasi yang sistematis, analisis praktik pembelajaran, refleksi mendalam atas pengalaman belajar, identifikasi praktik terbaik (best practices), serta rekomendasi awal terhadap pengembangan pembelajaran yang lebih efektif.

Melalui pelaksanaan rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh dosen pembimbing lapangan memiliki pemahaman yang sama serta kesiapan yang optimal dalam mendampingi mahasiswa. Dengan demikian, pelaksanaan PLP I Tahun 2026 diharapkan dapat berjalan dengan baik, memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa.