Kolaborasi 5 Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam dalam mewujudkan Perpustakaan Digital Islami

KabarFAB – Upaya lima dosen dari Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta untuk mewujudkan perpustakaan digital Islami kini selangkah lebih maju. Mereka, terdiri atas Dr. Muh. Fajar Shodiq, M.Ag, Sucipto, M.Hum., Mega Alif Marintan, M.Hum, Khoirul Maslahah, M.IP, dan Nushrotul Hasanah Rahmawati, M.IP., baru saja meraih hibah penelitian Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Tahun 2025. Prestasi ini bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan wujud nyata dari sebuah misi untuk menjembatani pengetahuan klasik dengan kebutuhan masa kini, dan menghubungkan generasi muda dengan kekayaan intelektual Islam.

Ide awal mereka berawal dari kesadaran bahwa literasi keagamaan perlu diadaptasi dengan teknologi. Mereka tidak hanya ingin memindahkan buku ke format digital, tetapi juga menciptakan sebuah ruang belajar yang terasa hidup. Sebuah ruang di mana naskah-naskah kuno dan kajian modern bisa diakses dengan mudah, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan studi ke-Islaman saat ini. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan perpustakaan digital yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual bagi penggunanya.

Keberhasilan ini disambut baik oleh pimpinan UIN Raden Mas Said Surakarta. Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., melihatnya sebagai bukti nyata dedikasi dan inovasi para dosen dalam berkontribusi bagi masyarakat luas. Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan yang adaptif dan mampu bersaing. Dengan dukungan hibah ini, diharapkan penelitian mereka dapat menghasilkan model pengembangan perpustakaan digital Islami yang bisa diterapkan secara luas, baik di lingkungan kampus, sekolah, maupun komunitas. Inovasi ini diyakini akan memperkuat gerakan literasi di Indonesia dan mengangkat nama UIN Raden Mas Said Surakarta di kancah global.