Pendampingan Korespondensi dan Komunikasi Dasar Berbahasa Inggris bagi Tenaga Kependidikan UIN Raden Mas Said Surakarta

KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Korespondensi dan Komunikasi Dasar Berbahasa Inggris bagi Tenaga Kependidikan pada Jumat, 24 Oktober 2025. Acara ini berlangsung di Ruang Mini Teater Gedung Pusat Pengembangan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh 60 tenaga kependidikan dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Nur Saptaningsih, S.Hum., M.Hum., dari Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta serta Hasan Zainnuri, S.Pd., M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS Surakarta yang saat ini sedang menempuh studi doktoral (S3) di University of Leeds, United Kingdom.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang II Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, serta berterima kasih kepada para narasumber, Kasubbag Akademik dari masing-masing fakultas, dan seluruh tenaga kependidikan yang hadir.

“Program ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Bapak Rektor untuk menginternasionalisasi UIN Raden Mas Said Surakarta. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika — baik dosen maupun tenaga kependidikan — diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung visi tersebut, salah satunya dengan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris,” ujar Dr. Zainal Arifin.

Beliau menambahkan bahwa sebagai fakultas yang berfokus pada bidang bahasa, Fakultas Adab dan Bahasa memiliki tanggung jawab untuk membantu tenaga kependidikan agar memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris, baik dalam bentuk korespondensi tertulis maupun komunikasi lisan.

Ini adalah langkah awal. Ke depan, kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata. Saya sudah meminta agar dibuat grup komunikasi supaya ada tindak lanjut dari pelatihan ini. Melalui grup tersebut, peserta dapat terus berlatih menulis email atau berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Dr. Zainal juga menekankan pentingnya setiap fakultas memiliki tenaga kependidikan yang mampu melakukan korespondensi internasional. Ia memberi contoh bahwa menulis email berbahasa Inggris sebenarnya tidak sulit, cukup dengan menggunakan ungkapan sopan seperti ‘Kindly check the attachment’ atau ‘Best regards’, yang sudah terdengar profesional dalam konteks komunikasi formal.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan pesan Rektor agar setiap program di fakultas memiliki nilai keberlanjutan dan dampak nyata (*impactful*). Melalui pelatihan ini, diharapkan para tenaga kependidikan tidak hanya memahami dasar-dasar korespondensi, tetapi juga mampu berbicara dan menulis dalam Bahasa Inggris dengan lebih percaya diri.

“Harapan kami, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Fakultas Adab dan Bahasa dalam mendukung internasionalisasi universitas. Semoga Bapak dan Ibu peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya,” tutupnya.

Materi pertama yang disampaikan oleh Nur Saptaningsih, S.Hum., M.Hum., mengangkat topik “English Public Speaking for University Staff Members.” Sesi ini menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum dalam konteks akademik dan institusional. Peserta diperkenalkan pada unsur-unsur dasar public speaking seperti pembicara, pesan, audiens, saluran komunikasi, umpan balik, dan konteks. Selain itu, dijelaskan pula berbagai jenis dan tujuan public speaking—antara lain bersifat persuasif, informatif, menghibur, perayaan, dan motivasi—serta aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan seperti isi pesan, organisasi ide, teknik penyampaian, kesadaran audiens, sikap percaya diri, dan penggunaan media bantu visual.

Materi ini juga memberikan panduan praktis bagi tenaga kependidikan dalam situasi kerja sehari-hari, seperti penyampaian pengumuman, pembukaan acara, atau menjadi pembawa acara (master of ceremony). Peserta diberikan contoh penggunaan ungkapan sopan dan formal, termasuk ekspresi keagamaan yang relevan dalam konteks acara universitas.

Sementara itu, materi kedua yang dibawakan oleh Hasan Zainnuri, S.Pd., M.Pd., berfokus pada “English Correspondence for University Staff.” Sesi ini membahas bentuk-bentuk komunikasi tertulis dalam Bahasa Inggris yang umum digunakan di lingkungan perguruan tinggi, meliputi surat resmi (letters), surat elektronik (emails), dan pesan singkat (short messages). Peserta diajak memahami struktur dasar korespondensi formal yang meliputi salam pembuka, tujuan surat, isi utama, dan penutup.

Dalam sesi ini juga dipaparkan contoh korespondensi yang berkaitan dengan kegiatan akademik maupun hubungan antar lembaga, seperti undangan seminar, konfirmasi kerja sama, serta penyampaian informasi administratif. Peserta memperoleh kesempatan untuk berlatih menulis surat dan email formal melalui simulasi digital menggunakan platform pembelajaran daring.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Adab dan Bahasa berupaya memperkuat kemampuan dasar komunikasi internasional tenaga kependidikan agar lebih profesional dan percaya diri dalam menghadapi tuntutan kerja yang semakin global. Selain pemahaman teoretis, kegiatan ini mendorong peserta untuk terus berlatih menulis dan berbicara dalam Bahasa Inggris melalui tindak lanjut dalam bentuk forum komunikasi dan kelompok belajar.