Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta: Alumni Harus Siap Jadi Pemimpin

KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Pelepasan Wisuda ke-61, pada Kamis (16/4/2026) di Siti Aminah wa Abdullah (SWA) Hall. Kegiatan ini diikuti oleh 137 alumni dari berbagai program studi dengan mengusung tema “From Learning to Leading: Growing Confidence and Thriving Through Every Challenge.”

Dalam sambutannya, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., memberikan pesan mendalam mengenai makna kelulusan. Ia menegaskan bahwa momentum wisuda bukanlah titik akhir dari proses belajar, melainkan fase awal transformasi dari seorang pembelajar (learner) menjadi seorang pemimpin (leader).

Setiap kita adalah pemimpin. Minimal memimpin diri sendiri, dan ke depan diharapkan mampu memimpin di lingkungan yang lebih luas,” ungkapnya di hadapan para alumni.

Rektor mengajak para alumni untuk melakukan refleksi kritis terhadap perjalanan selama menempuh pendidikan di Fakultas Adab dan Bahasa. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara apa yang telah diterima dari institusi dengan kontribusi yang dapat diberikan kembali. Menurutnya, rasa puas dalam menerima tidak selalu tercapai secara sempurna. Namun, hal yang lebih esensial adalah bagaimana alumni mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta menjaga keterikatan dengan almamater.

Dalam perspektif nilai keislaman, Rektor memberikan pesan penting mengenai sedekah sebagai prinsip hidup yang harus dipegang oleh setiap alumni. Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW (HR. Bukhari No. 1445 dan Muslim No. 1008), beliau menjelaskan bahwa setiap Muslim memiliki kewajiban untuk bersedekah sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Ia menguraikan bahwa sedekah tidak semata-mata berbentuk materi, tetapi memiliki dimensi yang luas, antara lain:

  • Sedekah harta, bagi para alumni yang telah memiliki penghasilan
  • Sedekah melalui kerja dan kemandirian, sebagai upaya memenuhi kebutuhan diri dan keluarga
  • Sedekah dalam bentuk kontribusi sosial, seperti membantu menghubungkan peluang kerja, program bantuan, maupun kegiatan kemasyarakatan
  • Sedekah melalui kebaikan sehari-hari, termasuk dalam komunikasi dan interaksi sosial

Rektor menegaskan kembali bahwa bahkan tindakan sederhana seperti membantu orang lain, menyampaikan informasi yang bermanfaat, hingga menjaga sikap dan tutur kata merupakan bagian dari sedekah yang bernilai tinggi. Sejalan dengan perkembangan teknologi, beliau juga memberikan perhatian khusus terhadap alumni Fakultas Adab dan Bahasa di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa sebagai lulusan perguruan tinggi, utamanya Fakultas Adab dan Bahasa, alumni memiliki tanggung jawab moral dalam menggunakan media sosial.

Jangan sampai media sosial diisi dengan hoaks, ujaran kebencian, atau konten negatif. Jadikan sebagai sarana menyebarkan kebaikan. Itu juga bagian dari sedekah,” tegasnya.

Beliau menambahkan bahwa jejak digital kini menjadi bagian penting dari identitas profesional seseorang, termasuk dalam proses seleksi kerja maupun studi lanjut.

Dalam aspek pengembangan kapasitas, Rektor mengapresiasi langkah Fakultas Adab dan Bahasa dalam memfasilitasi mahasiswa melalui program sertifikasi profesi. Sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dinilai sebagai nilai tambah strategis bagi lulusan. Menurutnya, ke depan alumni diharapkan tidak hanya mengandalkan ijazah akademik maupun Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) semata, namun juga memiliki bukti kompetensi yang terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini menjadi bagian penting dalam peningkatan daya saing alumni di tengah dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif.

Selain itu Rektor juga menyoroti pentingnya penguatan jaringan alumni melalui organisasi Ikatan Alumni Fakultas Adab dan Bahasa (IKAFAB). Beliau mendorong optimalisasi tracer study untuk memetakan kondisi lulusan, baik yang telah bekerja maupun yang masih mencari peluang. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar pengambilan kebijakan sekaligus upaya membangun ekosistem alumni yang saling terhubung dan saling mendukung.

Sebagai penutup, Rektor memberikan sejumlah pesan tambahan kepada para alumni dalam menghadapi fase pasca kelulusan, antara lain:

  • Memasuki dunia kerja secara adaptif, tidak terbatas pada bidang yang linear dengan program studi
  • Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dengan memanfaatkan berbagai peluang beasiswa seperti Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan LPDP
  • Mengembangkan rekam jejak akademik, salah satunya dengan mempublikasikan skripsi menjadi artikel ilmiah
  • Berperan aktif dalam kehidupan sosial, termasuk dalam membangun keluarga dan masyarakat

Dalam penutupnya beliau menekankan pentingnya menjaga integritas dan akhlak sebagai ciri khas lulusan Fakultas Adab dan Bahasa.

Jika merasa belum mampu berbuat banyak kebaikan, maka tahanlah diri dari keburukan. Itu pun sudah menjadi bagian dari kebaikan,” pungkasnya.

Pelepasan Wisuda ke-61 ini merupakan momen bagi 137 alumni Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta untuk melangkah jauh ke fase kehidupan berikutnya. Dengan bekal ilmu, kompetensi, dan nilai-nilai adab yang telah ditanamkan, para alumni diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.