Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Tulungagung Sambangi Fakultas Adab dan Bahasa

KabarFAB – Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melaksanakan kunjungan sekaligus studi banding ke Program Studi Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta dalam rangka untuk mempererat hubungan kelembagaan dan pengembangan kerja sama akademik antar kampus Islam di Indonesia.

Rombongan dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Tulungagung disambut langsung oleh Wakil Dekan III Fakultas Adab dan Bahasa, Dr. Aly Mashar, M.Hum., Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Surakarta, Latif Kusairi, M.A., Sekretaris Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Ashif Fuadi, M.Hum., dan para dosen lainnya di ruang Mataram Islamic Studies, Fakultas Adab dan Bahasa. Selain itu, para dosen dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Surakarta juga hadir mengikuti kegiatan ini. Beberapa dosen yang hadir dalam kesempatan ini antara lain, Dr. Nor Huda Ali, Irma Ayu KD, M.A., Lisan Nulhasanah, serta Sucipto, M.Hum.

Hadir juga, Hibbi Farihin, M.S.I., Koordinator Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Tulungagung yang memimpin rombongan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan dari keluarga besar Sejarah Peradaban Islam UIN Surakarta. Ia menjelaskan bahwa maksud dari kunjungan ini adalah untuk mempererat hubungan akademik antara kedua program studi. Menurutnya, kerja sama seperti ini sangat penting untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam pengembangan pendidikan sejarah dan peradaban Islam. Ia menjelaskan bahwa kegiatan studi banding ini juga diikuti sekitar 20 mahasiswa dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Tulungagung. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian penting untuk membangun pengalaman akademik secara langsung melalui interaksi lintas kampus dan pertukaran wawasan keilmuan.

Latif Kusairi, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa studi banding bukan sekadar kunjungan formal, melainkan ruang bersama untuk membangun gagasan dan inovasi pendidikan yang lebih progresif. Ia menaruh harapan bahwa program studi Sejarah Peradaban Islam ini harus terus berkembang mengikuti tantangan zaman tanpa meninggalkan akar keilmuan sejarah Islam. Ia juga menegaskan arti pentingnya membangun jejaring antarkampus sebagai upaya memperkuat posisi ilmu sejarah di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Kolaborasi dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi modern.

Dr. Aly Mashar, M.Hum., dalam sambutannya menekankan bahwa penguatan kualitas akademik tidak dapat dilakukan secara individual. Perguruan tinggi perlu membangun sinergi melalui pertukaran gagasan, penelitian bersama, dan pengembangan program kolaboratif. Menurut beliau, bidang Sejarah Peradaban Islam memiliki peran penting dalam menjaga memori kolektif bangsa dan memperkuat identitas kebudayaan Islam Nusantara. Oleh karenanya, kerja sama antarlembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam pengembangan keilmuan tersebut.

Selanjutnya, kedua belah pihak saling membahas berbagai hal terkait pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum, strategi peningkatan akreditasi, penguatan penelitian dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan organisasi kemahasiswaan. Dosen dan juga mahasiswa saling bertukar pengalaman mengenai metode pembelajaran sejarah, penguatan literasi akademik, juga tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap kajian sejarah Islam.Dari kunjungan ini, kedua program studi berharap dapat terus menjalin kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.