Workshop Kreasi Animasi AI untuk Tingkatkan Literasi Teknologi Mahasiswa

KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Workshop Kreasi Animasi Berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan tema, “Cara Pembuatan & Deteksi Video Cerita AI Supaya Mahasiswa Bisa Memanfaatkan AI Secara Tepat dan Bijaksana” pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Yosodipuro Lt. 4 Fakultas Adab dan Bahasa. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 mahasiswa dari semua program studi yang ada di Fakultas Adab dan Bahasa.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber, yakni Raha Bistara, M.Ag. (CEO Damarku.id), serta Aditya Nur Cahyo, S.Kom., M.Eng., (Praktisi Cyber & Security AI). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara kreatif, produktif, serta bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya, menegaskan bahwa kegiatan literasi dan pengembangan kompetensi AI akan menjadi kebutuhan penting di masa mendatang. Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut seluruh pihak, khususnya mahasiswa, untuk mampu beradaptasi agar tidak tertinggal dalam persaingan global.

Beliau menjelaskan bahwa AI saat ini bukan sekadar alat bantu teknologi, namun telah membuka berbagai peluang baru di bidang kreativitas, pekerjaan, dan kewirausahaan digital. Banyak orang telah mampu membangun karier secara mandiri melalui penggunaan teknologi digital dan AI. Namun demikian, perkembangan AI juga menghadirkan tantangan, terutama terkait maraknya manipulasi informasi dan konten digital yang sulit dibedakan antara asli dan hasil rekayasa AI.

Beliau juga menekankan pentingnya pemahaman AI agar teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat dan bijaksana. Beliau mengibaratkan pemahaman terhadap AI dengan konsep ketakwaan dalam perspektif teologis, yakni semakin seseorang memahami sesuatu, maka semakin bijak pula dalam menggunakannya. Menurutnya, AI bersifat netral sehingga dampaknya sangat bergantung pada cara manusia memanfaatkannya. Oleh karena itu, aspek etika dan regulasi menjadi sangat penting, termasuk dengan diterbitkannya SKB 8 Menteri Tahun 2026 tentang pengaturan pemanfaatan AI.

Selanjutnya, beliau juga menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis untuk mengeksplorasi potensi AI dalam berbagai bidang tanpa terbatas oleh disiplin ilmu tertentu. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan masa studinya dalam membangun kreativitas, portofolio digital, serta rekam jejak profesional melalui berbagai karya, proyek, dan sertifikasi yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Beliau menyatakan bahwa kesempatan mengikuti kegiatan seperti ini merupakan peluang berharga karena tidak semua mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama. Oleh karenanya, beliau berharap para peserta untuk memanfaatkan kegiatan dengan sungguh-sungguh sebagai langkah awal menuju prestasi dan pengembangan diri di era digital.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Adab dan Bahasa dengan Damarku.id. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital, penulisan karya kreasi mahasiswa, serta peningkatan kualitas sumber daya mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan zaman.