Peningkatan Kompetensi Digital Creative Mahasiswa melalui Workshop Content Creator

KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi KSM Digital Creative dalam bentuk workshop bertema“Content Creator: Dari Produksi hingga Strategi Konten Viral”. Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 30 April 2026 ini berlangsung di Aula Yosodipuro, Fakultas Adab dan Bahasa lt. 4, dan diikuti oleh kurang lebih 100 mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa. Kegiatan ini sekaligus sebagai pengukuhan pengurus KSM Digital Creative Fakultas Adab dan Bahasa. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Dzulfikar Hanif, S.Hum., seorang Afiliator, Content Creator dan juga Fotografer.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang III, Dr. Aly Mashar, menyampaikan bahwa pembentukan wadah Digital Creative ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan ruang pengembangan kreativitas digital di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta yang masih terbatas. Menurutnya, perkembangan digital saat ini menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan adaptif, termasuk di bidang media sosial dan konten digital.

Dr. Aly Mashar menyoroti bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, kerap menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Oleh karenanya, mahasiswa sebagai insan akademis diharapkan mampu menyikapi perkembangan tersebut secara bijaksana, dengan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa melanggar etika atau merugikan pihak lain.

Sehingga, Fakultas Adab dan Bahasa, bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), berkomitmen menyediakan wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang digital kreatif. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pembekalan mahasiswa, yang mencakup pelatihan content creator serta pembelajaran terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), termasuk pemahaman dalam mendeteksi penggunaannya yang direncanakan akan dilaksanakan pada 7 Mei mendatang.

Dalam penutup sambutannya, beliau mengharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi teknis, namun juga pola pikir yang tepat dalam bermedia sosial. Mahasiswa diimbau untuk tidak menjadi provokator di ruang digital, melainkan menjadi individu yang berkontribusi positif, menjunjung tinggi etika, serta mencerminkan nilai-nilai akademis dan keislaman dalam setiap aktivitas, termasuk di dunia digital. Beliau juga berharap mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa mampu meningkatkan kompetensi digital serta siap menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang.