KabarFAB – Tim peneliti dari Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta kembali melanjutkan rangkaian penelitian Standar Takarir Bahasa Jawa (Sakabawa) yang didanai oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pada Rabu, 15 Juli 2026, tim peneliti menggandeng TA TV Surakarta, salah satu stasiun televisi lokal di Surakarta, dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari tahap penyempurnaan penelitian. Kegiatan ini bertujuan memperoleh masukan dari praktisi penyiaran terhadap standar takarir yang telah disusun agar semakin aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri media audiovisual.




Kegiatan yang berlangsung di kantor TA TV Surakarta tersebut menghadirkan Widiyanto selaku Pemimpin Redaksi TA TV. Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti mempresentasikan rancangan Standar Takarir Bahasa Jawa (Sakabawa) untuk memperoleh validasi dari perspektif industri penyiaran. Keterlibatan praktisi media menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa standar yang dikembangkan tidak hanya memenuhi kaidah kebahasaan, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif dalam proses subtitling pada media audiovisual.
Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi bahan penyempurnaan penelitian. Pembahasan pertama menitikberatkan pada penggunaan warna dan jenis huruf (font) yang mampu meningkatkan readability atau keterbacaan subtitle pada berbagai jenis tayangan. Selain itu, peserta FGD menekankan pentingnya penggunaan ungkapan-ungkapan yang lebih familiar dan dekat dengan bahasa sehari-hari sehingga subtitle lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Pembahasan juga menyoroti perlunya penyesuaian ragam bahasa berdasarkan hubungan sosial antartokoh, seperti penggunaan bahasa antara ibu kepada anak maupun anak kepada ibu. Aspek tersebut dinilai penting agar standar takarir tetap mempertahankan nilai kesantunan dan hierarki yang menjadi karakteristik bahasa Jawa. Di samping itu, peserta FGD menegaskan bahwa penyusunan subtitle harus memprioritaskan ketersampaian makna dengan tetap mempertimbangkan berbagai faktor teknis subtitling, seperti durasi kemunculan teks, jumlah karakter, serta kecepatan baca penonton.
Masukan yang diperoleh dari TA TV Surakarta akan menjadi bahan evaluasi bagi tim peneliti dalam menyempurnakan Standar Takarir Bahasa Jawa (Sakabawa) sebelum memasuki tahap finalisasi. Melalui kolaborasi antara para peneliti dengan praktisi media, penelitian yang didukung BRIN ini diharapkan mampu menghasilkan standar takarir Bahasa Jawa yang lebih aplikatif, adaptif terhadap kebutuhan industri penyiaran, serta berkontribusi pada pelestarian dan penguatan penggunaan bahasa Jawa dalam media audiovisual di Indonesia.
