KabarFAB – Dua mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, Yuga Bayu Prabowo (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) dan Fathan Rizki Efendi (Program Studi Tadris Bahasa Indonesia), berpartisipasi dalam International Conference on Zakat (ICONZ) ke-9. Perhelatan internasional yang diinisiasi oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) ini berlangsung pada 9–11 Desember 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


ICONZ ke-9 ini merupakan salah satu forum strategis yang mempertemukan antara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Konferensi tahun ini fokus membahas masa depan pengelolaan zakat di tengah dinamika global, baik dari aspek regulasi maupun implementasi teknologi.
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai pembicara kunci, di antaranya:
- Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI)
- Pramono Anung Wibowo
- Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. (Ketua BAZNAS RI)
- Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Jakarta)
Dalam sesi presentasi ilmiah, zakat diposisikan tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi makro dan kebijakan publik yang krusial untuk pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
Partisipasi ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam melihat relevansi disiplin ilmu mereka terhadap isu-isu filantropi Islam. Yuga Bayu Prabowo mengungkapkan bahwa latar belakang keilmuannya di Pendidikan Bahasa Inggris sangat relevan dalam upaya internasionalisasi literasi zakat. “Bahasa dan komunikasi efektif menjadi kunci agar edukasi mengenai zakat dapat menjangkau masyarakat global secara lebih inklusif,” ujarnya.
Sementara itu, Fathan Rizki Efendi menyoroti pentingnya sinkronisasi antara teori akademik dan praktik di lapangan. Menurutnya, diskusi dengan para pakar internasional memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif dalam riset keislaman yang bersifat multidisiplin.
Kehadiran Yuga dan Fathan dalam forum ini menegaskan komitmen Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mendukung mahasiswa untuk terlibat dalam diskursus ilmiah internasional. Hal ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan gagasan keislaman yang moderat dan progresif di tingkat global.
