MABASTAFEST 2025 Sukses Suguhkan Pentas Drama

KabarFAB – MABASTAFEST (Mahasiswa Bahasa Tadris Indonesia Festival) 2025 yang diselenggarakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Adab dan Bahasa mengusung tema sekaligus tagline “Dari Bahasa, Untuk Rasa, Menuju Karya”. Kegiatan ini berhasil menyuguhkan tiga pentas drama yang menarik perhatian para penonton.

Pementasan MABASTAFEST 2025 sukses terselenggara pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah. Acara ini berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 21.30 WIB. Pembukaan acara dipandu oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, Fathan Rizki Efendi, serta sambutan dosen pengampu mata kuliah Penyutradaraan, Bapak Sosiawan Budi Sulistyo.

Meskipun terdapat sedikit kendala dalam pelaksanaannya, pementasan ini tetap mampu memukau para penonton. Penampilan para aktor dari masing-masing kelas menunjukkan kemampuan akting yang totalitas, penghayatan peran yang kuat, dan kerja sama tim yang solid.  Hal tersebut terlihat dari ekspresi, dialog, dan penguasaan panggung yang mampu menghidupkan karakter dan penyampaian pesan cerita yang dapat diterima dengan baik oleh penonton.

Drama pertama yang dipentaskan adalah Sayang Ada Orang Lain (kelas 5C) karya Utuy Tatang Sontan. Drama realis-komedi ini mengisahkan konflik rumah tangga yang dipicu oleh kemiskinan dan tekanan ekonomi. Melalui konflik yang terjadi dalam cerita, drama ini menegaskan bahwa kemiskinan tidak hanya merampas kesejahteraan materi, melainkan juga menghancurkan kepercayaan, martabat, dan ikatan cinta dalam rumah tangga.

Pementasan selanjutnya berlangsung dengan judul Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan (kelas 5B) karya Kuntowijoyo. Drama bergenre realis-tragedi ini menceritakan ambisi seorang laki-laki miskin yang ingin cepat kaya melalui jalan mistis dengan melanggar norma kemanusiaan dan agama. Keserakahan dalam memilih jalan hidup yang salah tersebut berujung pada kegagalan dan kekacauan. Kehadiran anjing-anjing dalam cerita menjadi simbol perlawanan alam dan moral terhadap tindakan tidak manusiawi, hingga akhirnya perbuatan tokoh utama terbongkar oleh warga.

Pementasan terakhir dengan drama berjudul SSST…!! (kelas 5A) karya Ikranegara. Drama absurd ini mengangkat kisah tentang kekuasaan tiran yang menindas kebenaran dan kebebasan berekspresi. Cerita ini menggambarkan perlawanan rakyat melalui suara, tulisan, dan seni, sekaligus menyoroti bagaimana penguasa yang haus kekuasaan menggunakan paranoia, manipulasi informasi, dan kekerasan untuk membungkam kritik dari rakyat, pers, serta seniman.

Secara keseluruhan, kegiatan MABASTAFEST 2025 berjalan dengan lancar dan disambut dengan antusias oleh para penonton. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga wadah pengembangan kreativitas bagi seluruh panitia dan aktor yang telah mempersiapkan pementasan secara matang selama berbulan-bulan.

Selain itu, pementasan drama MABASTAFEST 2025 mampu melatih kerja sama tim, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap karya sastra dalam dunia teater. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi sekaligus ajang berkelanjutan bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam ranah seni pertunjukan.

Penulis : Erlin Atifah Azzahrah