Mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa Buktikan Diri di Kancah Olahraga Nasional

KabarFAB – Kebanggaan tengah menyelimuti sivitas akademika Fakultas Adab dan Bahasa (FAB), UIN Raden Mas Said Surakarta. Salah satu mahasiswanya, Muhammad Fadhli dari Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang non-akademik dengan meraih medali perak pada cabang olahraga Taekwondo dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang berlangsung di GOR Djarum Foundation, Kudus, pada 12–14 Oktober 2025.

Muhammad Fadhli bersama dengan pelatihnya Dr. Hakiman, M.Pd.

Fadhli yang memperkuat tim beregu putra Provinsi Jawa Tengah tampil gemilang di sepanjang pertandingan. Persaingan ketat sudah terasa sejak babak awal, di mana sistem pertandingan dilakukan dalam dua tahap: cut off delapan besar dan single elimination. Pada babak cut off, tim Jawa Tengah menempati nomor urut dua dan berhasil melaju ke babak selanjutnya. Di babak single elimination, mereka mengalahkan tim Banten.

Pencapaian Fadhli menjadi bukti bahwa studi di bidang bahasa dan sastra tidak menjadi halangan untuk berprestasi di arena olahraga yang menuntut kekuatan fisik dan mental. Sebagai perwakilan tim Jawa Tengah, Fadhli menunjukkan semangat juang yang tinggi. Perjalanannya hingga ke babak final, di mana ia dan timnya berhadapan dengan atlet-atlet nasional, merupakan sebuah pencapaian luar biasa yang mengharumkan nama almamaternya, khususnya Fakultas Adab dan Bahasa.

Melalui keberhasilannya, Fadhli menyampaikan pesan inspiratif bahwa mahasiswa dari rumpun humaniora juga mampu bersaing dan unggul dalam bidang olahraga. Ia memandang pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus menyeimbangkan komitmen antara studi akademis di Tadris Bahasa Indonesia dengan dedikasinya pada olahraga Taekwondo.

Prestasi ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan Fakultas Adab dan Bahasa. Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., bersama Wakil Dekan Bidang III, Dr. Aly Mashar, M.Hum, mengungkapkan rasa bangga mereka.

Keduanya menegaskan bahwa keberhasilan Muhammad Fadhli adalah cerminan dari potensi mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa yang beragam. Prestasi ini diharapkan dapat mematahkan stigma dan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa lainnya untuk berani mengejar minat dan bakat di luar bidang studi utama mereka, baik itu dalam olahraga, seni, maupun riset, sehingga dapat terus menghasilkan karya dan prestasi yang membanggakan.