Workshop Inisiasi PLP & Magang Internasional Fakultas Adab dan Bahasa

KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan “Workshop Inisiasi PLP & Magang Internasional” sebagai langkah awal untuk merancang program akademik berskala global bagi mahasiswanya. Kegiatan yang berlangsung pada 16-17 Oktober 2025 ini diadakan di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dan dihadiri oleh jajaran dekanat, koordinator program studi, pimpinan jurusan, serta tenaga kependidikan, dengan total 50 peserta. Workshop ini juga menghadirkan dua narasumber, yaitu M. Fahmi Johan Syah, Ph.D., yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Microteaching, PLP, KKN dan PPL dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Muhammad Taufiq al Makmun, S.S., M.A., Ph.D., Ketua Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Wakil Dekan Bidang III Fakultas Adab dan Bahasa, Dr. Aly Mashar, M.Hum., dalam sambutannya menyatakan bahwa penyelenggaraan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tingkat internasional merupakan impian lama pimpinan fakultas. Namun, berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya seringkali menghadapi kendala, baik dari sisi efisiensi anggaran, regulasi, maupun persoalan teknis lainnya.

Ia mencontohkan beberapa kegagalan sebelumnya, seperti rencana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Internasional ke Thailand atau Malaysia yang batal karena tidak memenuhi syarat durasi minimal pelaksanaan. Dr. Aly Mashar menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengirim mahasiswa ke luar negeri dan menyoroti masalah teknis lain seperti dosen pendamping akibat kendala administrasi perjalanan dinas. Oleh karena itu, harapan besar dari workshop ini adalah lahirnya draf pedoman yang komprehensif untuk mahasiswa dan dosen pendamping.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa program internasionalisasi merupakan salah satu fokus utama universitas, sesuai arahan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta untuk mendorong unit-unit kerja membuat kegiatan bertaraf internasional, atau yang disebut sebagai glokalisasi. Ia juga membenarkan pembatalan dua tim Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional pada tahun ini karena masalah waktu dan anggaran, di mana dana yang ada kemudian dialihkan untuk kegiatan pelatihan dan publikasi internasional di dalam negeri.

Prof. Imam Makruf mendorong agar program internasional seperti PLP, Magang, dan KKN dirancang lebih terstruktur dan terdokumentasi dengan baik. Menurutnya, kegiatan ini dapat diselenggarakan secara mandiri oleh fakultas di luar skema reguler Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), sehingga memiliki fleksibilitas. Program-program ini juga dapat diintegrasikan dengan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Lokasi pelaksanaan program akan disesuaikan dengan jenis program studi di Fakultas Adab dan Bahasa, yang terdiri dari program studi kependidikan dan non-kependidikan. Program studi kependidikan dapat menyasar sekolah atau institusi pendidikan, sementara program studi non-kependidikan dapat bekerjasama dengan NGO atau lembaga yang sesuai dengan program studi di negara tujuan seperti Thailand dan Malaysia.

Minat mahasiswa terhadap program internasional ini tergolong tinggi. Sebuah survei yang pernah dilakukan oleh Wakil Dekan III Fakultas Adab dan Bahasa menunjukkan bahwa terdapat 40 mahasiswa yang siap berpartisipasi dalam program ini. Potensi ini perlu didukung dengan skema konversi Satuan Kredit Semester (SKS) yang menarik, mengingat biaya yang akan dikeluarkan mahasiswa. Prof. Imam Makruf juga menekankan pentingnya sinergi dengan Kantor Urusan Internasional (International Office) untuk kelancaran program.

Pada akhirnya, pengiriman mahasiswa ke luar negeri tidak hanya bertujuan untuk pelaksanaan KKN atau magang semata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk membangun citra institusi, promosi program studi, dan menjalin kerja sama internasional. Workshop ini diharapkan dapat segera menghasilkan draf pedoman sebagai langkah konkret pertama yang akan difinalisasi dalam rapat-rapat selanjutnya.