Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif 2026 Program Studi Tadris Bahasa Indonesia

KabarFAB – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Tahun 2026 pada 6 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 96 mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia semester 6 ini berlangsung di Ruang Laboratorium UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta dan menjadi salah satu program pengembangan soft skill mahasiswa dalam bidang kompetensi kebahasaan.

Pelaksanaan UKBI Adaptif ini merupakan komitmen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kualitas lulusan, khususnya dalam penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Standar Nasional. Sebagai calon pendidik bahasa Indonesia, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori kebahasaan, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi berbahasa secara terukur dan profesional melalui sertifikasi resmi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Siti Isnaniah, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia menyampaikan bahwa UKBI memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan mutu akademik mahasiswa. Menurut beliau, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia sebagai calon guru bahasa Indonesia harus memiliki standar kompetensi kebahasaan yang baik agar mampu menjadi pendidik yang profesional dan kompeten di masa mendatang.

Beliau juga menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Indonesia bukan hanya sebatas kemampuan komunikasi sehari-hari, namun juga mencerminkan kemampuan akademik, berpikir kritis, serta profesionalitas seseorang dalam dunia pendidikan. Oleh karenanya, pelaksanaan UKBI ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.

Kegiatan ini menghadirkan tim UKBI dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang berperan sebagai pendamping teknis sekaligus pelaksanaan pengujian. Materi persiapan uji UKBI dari pihak Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah disampaikan oleh Ibu Sunarti, S.S., M.Hum., yang menjelaskan bahwa UKBI Adaptif merupakan sistem pengujian modern berbasis komputer dengan mekanisme penyesuaian tingkat kesulitan soal berdasarkan kemampuan peserta.

Menurut beliau, sistem adaptif pada UKBI memungkinkan hasil pengukuran kemampuan bahasa menjadi lebih akurat dan objektif. Setiap peserta akan memperoleh soal yang berbeda sesuai respons jawaban sebelumnya, sehingga kemampuan kebahasaan peserta dapat terukur secara lebih spesifik. Sistem ini sekaligus menunjukkan perkembangan transformasi digital dalam pelaksanaan asesmen kebahasaan di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti beberapa seksi pengujian yang meliputi kemampuan mendengarkan, merespons kaidah bahasa, serta membaca. Seluruh proses ujian dilaksanakan menggunakan perangkat komputer dengan pengawasan langsung dari panitia dan tim Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Sebagian mahasiswa mengaku bahwa UKBI Adaptif memberikan pengalaman baru karena sistem pengujiannya berbeda dengan tes konvensional pada umumnya. Peserta dituntut lebih teliti, cepat memahami soal, serta mampu mengelola waktu dengan baik selama ujian berlangsung.

Selain sebagai bentuk evaluasi kemampuan berbahasa, UKBI juga memberikan manfaat penting bagi mahasiswa dalam mendukung kebutuhan akademik maupun profesional. Sertifikat UKBI dapat menjadi bukti kompetensi kebahasaan yang bermanfaat untuk melanjutkan studi, kebutuhan administrasi akademik, hingga persiapan memasuki dunia kerja.

Kegiatan UKBI Adaptif Tahun 2026 ini juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam mendukung peningkatan mutu akademik dan capaian kompetensi lulusan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam konteks akademik maupun kehidupan profesional.