Pengabdian Program Studi Sastra Inggris: Menanamkan Kesantunan di Era Digital

KabarFAB – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan bertajuk “Parenting Kesantunan: Membangun Rasa Percaya Diri Anak Melalui Bahasa” di Balai Desa Malangan, Klaten pada 6 Oktober 2025. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Kurniawan, S.S., M. Hum. sebagai narasumber utama dan diikuti oleh Ibu-ibu PKK Desa Malangan, perangkat desa, serta guru PAUD setempat.

Tim pengabdian ini terdiri dari Dr. Kurniawan, S.S., M. Hum., Dr. Nur Asiyah, S.S., M.A., Dr. M. Zainal Muttaqien, S.S., M.Hum., Hidayatul Nurjanah, S.S., M.A., Umi Pujiyanti, S.S., M.Hum., dan Wildi Adila, S.Pd.I., M.A., serta melibatkan dua mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Zidni Nikmah Muyassaroh dan Ananda Riska Ayuwandira, yang turut berpartisipasi aktif dalam dokumentasi, pendampingan peserta, serta membantu pelaksanaan kegiatan lapangan.

Dalam sambutan mewakili tim, Dr. M. Zainal Muttaqien menekankan pentingnya pengasuhan berbasis nilai kesantunan dan inklusivitas. Beliau menyampaikan bahwa setiap anak, termasuk anak difabel, berhak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung rasa percaya diri melalui bahasa yang santun dan menghargai perbedaan.

Sementara itu, Dr. Kurniawan dalam pemaparannya menegaskan bahwa kesantunan berbahasa memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian anak. Menurutnya, bahasa merupakan sarana utama bagi anak untuk belajar menghargai diri sendiri maupun orang lain. “Anak yang dibiasakan dengan tutur kata santun akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter positif. Satu kata santun hari ini dapat menumbuhkan ribuan rasa percaya diri di masa depan anak,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh Sekretaris Desa Malangan, Febri Pradana S.Kom., yang menyampaikan bahwa pendidikan dan pengasuhan anak menjadi prioritas anggaran desa. Pemerintah Desa Malangan berkomitmen mendukung berbagai program parenting, termasuk bagi orang tua anak difabel, serta membangun playground edukatif untuk menjadikan Malangan sebagai Desa Ramah Anak.

Kegiatan berlangsung sangat interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari peserta, sesi berbagi pengalaman langsung antar orang tua, serta role play mengenai komunikasi efektif dengan anak yang menambah antusiasme dan keseruan acara. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga membagikan door prize berupa buku karya Dr. Kurniawan berjudul Seni Bertutur kepada Anak: Sebuah Panduan Berbicara agar Anak Mau Mendengarkan, yang disambut meriah oleh para peserta.

Di tengah maraknya perkembangan teknologi dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kesantunan tetap memegang peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Meskipun hidup di era digital, kemampuan berbahasa santun, menghargai orang lain, dan berempati tetap menjadi kunci dalam menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun hubungan sosial yang harmonis.

Program ini menjadi contoh pengabdian nyata dari kalangan akademisi yang memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat. Para peserta, khususnya ibu-ibu PKK, memperoleh pemahaman baru tentang bagaimana membangun komunikasi positif dalam keluarga dan menumbuhkan rasa percaya diri anak melalui kesantunan berbahasa.

Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat disebarluaskan oleh para peserta kepada masyarakat yang lebih luas, sehingga nilai-nilai kesantunan dan pola pengasuhan yang membangun karakter anak dapat terus berkembang di lingkungan Desa Malangan dan sekitarnya.Kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menciptakan generasi yang santun, percaya diri, dan siap berkontribusi bagi bangsa di tengah perubahan zaman yang semakin digital.