Mencari Jurnal Tujuan Penulisan dan Verifikasi Kualitas Jurnal

KabarFAB – KabarFAB – Pada hari kedua Training Camp Scopus yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Bahasa, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, sebanyak dua puluh dosen melanjutkan pelatihan dalam sesi kesembilan yang mengangkat tema “Mencari Jurnal Tujuan Penulisan dan Verifikasi Kualitas Jurnal”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program intensif yang bertujuan membekali para dosen dengan keterampilan teknis dalam penulisan artikel ilmiah serta strategi publikasi di jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus. Sesi ini dipandu oleh Tim Rumah Scopus Indonesia yang memberikan arahan praktis dan sistematis dalam pencarian dan seleksi jurnal ilmiah.

Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan pada berbagai strategi pencarian jurnal melalui platform resmi Scopus. Pendekatan pertama adalah pencarian berdasarkan subject area atau bidang keilmuan, yang memungkinkan peserta menyaring jurnal sesuai dengan topik penelitian seperti linguistik, sastra, studi budaya, atau studi keislaman. Strategi kedua adalah pencarian berdasarkan judul jurnal, yang digunakan jika peserta telah memiliki target jurnal tertentu. Selain itu, pencarian juga dapat dilakukan berdasarkan nama penerbit, seperti Elsevier, Springer, Taylor & Francis, atau Wiley, untuk menjangkau jurnal-jurnal dari penerbit ternama. Strategi selanjutnya adalah pencarian menggunakan ISSN, yang berfungsi untuk memastikan keakuratan identifikasi jurnal dan mencegah risiko memilih jurnal palsu. Terakhir, peserta diperkenalkan pada fitur Scopus AI, yang secara cerdas merekomendasikan jurnal berdasarkan abstrak atau kata kunci dari artikel yang sedang ditulis. Fitur ini sangat membantu dalam menemukan jurnal yang paling relevan dengan tema riset.

Setelah memahami cara mencari jurnal, peserta juga mendapatkan materi tentang pentingnya verifikasi kualitas jurnal ilmiah. Salah satu alat utama yang digunakan dalam proses ini adalah SCImago Journal Rank (SJR), yang memberikan berbagai informasi penting untuk menilai kredibilitas jurnal. Langkah awal adalah mengakses situs resmi SCImago di https://www.scimagojr.com, lalu menggunakan fitur pencarian dengan memasukkan judul jurnal, ISSN, nama penerbit, atau bidang keilmuan. Dari hasil pencarian tersebut, peserta dapat menganalisis peringkat jurnal berdasarkan quartile (Q1 hingga Q4), skor SJR, jumlah dokumen yang diterbitkan, jumlah sitasi per dokumen, publisher dan negara asal, hingga kategori subjek jurnal. Informasi ini penting untuk membandingkan beberapa jurnal sejenis dan menentukan mana yang paling sesuai dengan topik penelitian.

Selain indikator dari SCImago, peserta juga diarahkan untuk mempertimbangkan aspek lain dalam menilai kualitas jurnal, seperti cakupan isi jurnal yang sesuai dengan aims and scope artikel, reputasi dan kredibilitas penerbit, serta konsistensi indeksasi jurnal di database Scopus. Verifikasi indeksasi dapat dilakukan langsung melalui laman resmi Scopus di https://www.scopus.com/sources. Peserta juga diminta memperhatikan frekuensi dan konsistensi terbitan jurnal, sebagai tanda bahwa jurnal tersebut dikelola secara profesional dan sesuai jadwal.

Sesi ini juga menekankan pentingnya mengenali dan menghindari jurnal predator, yaitu jurnal yang tidak menjalankan proses editorial dan peer review secara ilmiah. Ciri-ciri jurnal predator antara lain menjanjikan proses publikasi yang sangat cepat, mengenakan biaya publikasi tinggi tanpa kejelasan proses peninjauan, tidak mencantumkan informasi dewan redaksi atau editor yang kredibel, mengklaim terindeks di Scopus atau database lain tanpa bukti yang valid, serta mengirim undangan publikasi secara massal tanpa seleksi naskah. Untuk menghindari hal tersebut, peserta didorong melakukan pengecekan melalui situs resmi Scopus, SCImago, serta Beall’s List, yaitu daftar arsip jurnal predator yang dapat diakses di https://beallslist.net. Dengan adanya sesi ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya memilih jurnal yang tepat dan berkualitas sebagai target publikasi. Pengetahuan ini diharapkan mampu membantu dosen dalam menyusun rencana publikasi yang lebih strategis, terarah, dan sesuai dengan standar akademik internasional. Selain itu, pelatihan ini juga memperkuat komitmen terhadap integritas akademik serta kewaspadaan terhadap praktik-praktik publikasi yang menyimpang dari etika ilmiah.