KabarFAB – Memasuki hari kedua, Training Camp Scopus yang diselenggarakan bagi 20 dosen dari Fakultas Adab dan Bahasa, UIN Raden Mas Said Surakarta, berlanjut ke sesi kedelapan dengan tema “Penggunaan Scopus AI dan Strategi Sitasi pada Penulisan Jurnal Internasional”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program intensif yang bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis penulisan artikel ilmiah agar layak publikasi di jurnal internasional bereputasi.




Sesi ini difasilitasi oleh tim Rumah Scopus Indonesia dan berfokus pada pemanfaatan perangkat lunak Mendeley sebagai alat bantu dalam mengelola referensi dan kutipan secara efisien. Peserta dikenalkan pada fungsi dasar Mendeley, mulai dari cara menambahkan file PDF jurnal ke dalam pustaka digital, menyunting metadata, hingga menyimpan referensi dari berbagai sumber daring menggunakan Mendeley Web Importer.
Untuk melengkapi pemahaman tersebut, sesi ini diperkaya dengan materi strategis mengenai pencarian referensi mutakhir, yang merupakan langkah fundamental sebelum pengelolaan sitasi. Para peserta diajarkan untuk tidak lagi bergantung pada pencarian konvensional, melainkan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat dan mempertajam proses penemuan sumber rujukan. Dua alat utama yang diperkenalkan adalah Scopus AI dan Elicit.
Fasilitator dari Rumah Scopus Indonesia menjelaskan bahwa tantangan utama dalam penulisan jurnal adalah menemukan artikel yang paling relevan dan fundamental di antara jutaan publikasi yang ada. Berikut adalah panduan yang disampaikan kepada para peserta.
Scopus AI diperkenalkan bukan sebagai mesin pencari kata kunci, melainkan sebagai asisten riset yang mampu memahami pertanyaan penelitian dalam bahasa natural. Peserta diajarkan alur kerja berikut:
- Formulasi Pertanyaan Konseptual: Alih-alih memasukkan kata kunci yang kaku, para dosen didorong untuk mengajukan pertanyaan riset yang lebih luas. Contohnya, seorang dosen Sastra Indonesia dapat bertanya, “Bagaimana representasi budaya lokal dalam sastra digital Indonesia kontemporer?”
- Analisis Luaran AI: Scopus AI akan memberikan beberapa luaran utama yang harus dianalisis:
- Ringkasan Generatif (Generative Summary): Sebuah paragraf ringkas yang menyintesis temuan-temuan utama dari berbagai artikel relevan, lengkap dengan kutipan.
- Dokumen Fundamental (Foundational Papers): Daftar artikel paling berpengaruh yang menjadi rujukan utama dalam topik tersebut. Ini adalah titik awal terbaik untuk dibaca.
- Peta Konsep (Concept Map): Visualisasi topik-topik terkait yang membantu peneliti menemukan celah atau arah penelitian baru.
- Identifikasi Sumber Kunci: Melalui fitur-fitur ini, peserta dapat dengan cepat mengidentifikasi 5-10 artikel paling krusial untuk didalami lebih lanjut, yang kemudian dapat dicari dan disimpan ke dalam Mendeley.
Selanjutnya, Elicit AI juga diperkenalkan sebagai alat untuk “bertanya” langsung pada literatur ilmiah dan mengekstrak jawaban spesifik. Alat ini sangat berguna untuk mempercepat proses tinjauan pustaka sistematis.
- Mengajukan Pertanyaan Spesifik: Peserta diajarkan untuk mengajukan pertanyaan yang lebih terfokus. Contohnya, seorang dosen dari bidang linguistik bisa bertanya, “Apa saja temuan utama mengenai dampak media sosial terhadap perilaku berbahasa remaja di Asia Tenggara?”
- Ekstraksi Informasi dalam Format Tabel: Keunggulan utama Elicit adalah kemampuannya menyajikan jawaban dalam format tabel yang mudah dibandingkan. Setiap baris mewakili satu artikel, dan kolom-kolomnya berisi ringkasan temuan, metodologi yang digunakan, jumlah sampel, hingga hasil spesifik lainnya.
- Sintesis Cepat: Dengan format ini, peserta dapat mensintesis puluhan artikel dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan membaca abstrak satu per satu, sehingga mempercepat penulisan bagian tinjauan pustaka.
Sebagai penutup sesi, fasilitator menekankan sebuah alur kerja riset modern yang terintegrasi:
- Ideasi & Pemetaan (Scopus AI): Mulai dengan pertanyaan luas di Scopus AI untuk memahami lanskap riset dan menemukan artikel fundamental.
- Analisis & Ekstraksi (Elicit): Ajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik di Elicit untuk mengekstrak data dan temuan kunci dari literatur.
- Pengumpulan & Pengelolaan (Mendeley): Simpan semua artikel relevan yang ditemukan dari kedua platform tersebut ke dalam Mendeley Reference Manager.
- Penulisan & Sitasi (Mendeley Cite): Gunakan Mendeley Cite di Microsoft Word untuk menyisipkan kutipan dan membangun daftar pustaka secara otomatis dan akurat.
Dengan dibekalinya kemampuan teknis Mendeley yang dipadukan dengan strategi pencarian referensi berbasis AI, para dosen Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam menghasilkan artikel ilmiah yang siap bersaing di tingkat internasional.
