Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Presentasikan Riset tentang Duolingo di APSPBI


KabarFAB – Empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta berhasil mengharumkan nama almamater dengan mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam ajang bergengsi APSPBI International Conference & Annual Business Meeting 2025 di Bali pada 26 September 2025. Konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (APSPBI) tersebut mengusung tema besar “Transforming English Language Education: Innovation, Inclusion, and Impact.

Tim peneliti muda ini terdiri dari Fildza Hadani, Najwa Naina Nurazizah, Sayyidah Maya Farah, dan Sevilla. Mereka memaparkan riset dengan judul menarik, “Exploring Student’s Experiences of Using Duolingo in English Learning Outside the Classroom” (Menjelajahi Pengalaman Mahasiswa dalam Menggunakan Duolingo untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di Luar Kelas).

Presentasi yang dilakukan secara daring ini menyoroti bagaimana platform pembelajaran bahasa populer, Duolingo, dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai alat bantu belajar mandiri di luar jadwal kuliah. Penelitian ini penting untuk memetakan efektivitas dan tantangan dalam memanfaatkan teknologi edukasi (EdTech) dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia.

Salah satu perwakilan tim, Fildza Hadani, menyampaikan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan persepsi positif yang kuat dari mahasiswa terhadap Duolingo, terutama dalam aspek motivasi dan fleksibilitas belajar. “Kami berharap temuan ini dapat memberikan masukan bagi para pendidik dan pengembang kurikulum untuk mengintegrasikan aplikasi EdTech seperti Duolingo secara lebih strategis sebagai suplemen dalam pembelajaran,” ujar Fildza.

Kehadiran perwakilan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta pada forum internasional ini membuktikan komitmen program studi dan fakultas dalam mendorong mahasiswa berpartisipasi aktif dalam riset dan diskusi akademis di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam inovasi pendidikan bahasa Inggris.