KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta pada Sabtu, 27 September 2025 ini, menyelenggarakan Studium Generale dengan tema “Cerdas dalam Berkomunikasi dan Bermedia Sosial”. Acara ini menghadirkan narasumber Arya Bagus Nur Ajiyanto, S.Hum., alumni Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta.



Kegiatan yang berlangsung di halaman Fakultas Adab dan Bahasa ini diikuti oleh kurang lebih 600 mahasiswa baru angkatan 2025 dari seluruh program studi. Selain mahasiswa, acara juga dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta Koordinator Program Studi di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dinamika akademik yang kembali dapat dilaksanakan setelah adanya relaksasi kebijakan pemerintah. Kegiatan ini seharusnya diselenggarakan setelah kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 namun karena kebijakan pemerintah maka baru dapat diselenggarakan saat ini. Beliau sangat berharap kegiatan ini tetap memberikan pemahaman mendasar kepada para mahasiswa baru mengenai etika dan ilmu baik dalam keseharian maupun dalam bermedia sosial.
Tema yang diangkat pada tahun ini dipandang relevan dengan perkembangan era digital. Jejak digital setiap individu, termasuk mahasiswa, akan membentuk citra diri yang berpengaruh terhadap masa depan, baik dalam dunia kerja maupun studi lanjut. Catatan digital yang positif akan mendukung pengembangan diri, sedangkan catatan negatif justru dapat menjadi hambatan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan bijak dalam memanfaatkan media sosial dengan memperhatikan etika serta sikap arif dalam menggunakan teknologi.







Karena di era digital, segala sesuatu bisa dengan mudah ditelusuri melalui internet. Identitas, rekam jejak, hingga kecenderungan seseorang dapat diketahui hanya dengan mengetikkan namanya di mesin pencari. Begitu pula dengan mahasiswa, apa yang kita posting di media sosial—mulai dari momen diterima sebagai mahasiswa baru, mengikuti PBAK, perkuliahan perdana, mengerjakan tugas, hingga mengikuti kegiatan seperti hari ini—akan menjadi jejak digital.
Oleh karenanya, beliau berpesan agar para mahasiswa selalu bijak dalam menggunakan media sosial. Beliau menambahkan bahwa bukan hanya malaikat yang mencatat amal perbuatan, namun kita sendiri yang juga meninggalkan catatan digital yang akan terus ada dan dapat dilihat orang lain. Dengan pemahaman etika dalam bermedia sosial dan pemanfaatan teknologi secara arif, insyaAllah jejak digital kita akan membawa manfaat dan mendukung masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta berharap seluruh peserta memperoleh tambahan wawasan, pemahaman yang lebih luas, serta motivasi untuk menjaga rekam jejak digital secara positif.
