Moderasi Beragama sebagai Pilar Utama Integritas Akademik dan Pembentukan Karakter Mahasiswa

KabarFAB – Pada hari Rabu, 27 Agustus 2025, bertempat di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta, telah diselenggarakan acara Penguatan Moderasi Beragama Mahasiswa dalam rangka Dies Natalis UIN Raden Mas Said Surakarta ke-33. Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta ini mengusung tema “Dengan Moderat, Kehidupan akan Khidmat dan Terhormat”. Acara ini menghadirkan narasumber Mustajab, M.Pd.I. dari Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen (IAINU) Kebumen.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh lebih dari 600an mahasiswa baru dan juga sebagian mahasiswa lama Fakultas Adab dan Bahasa. Acara ini dihadiri pula oleh jajaran Dekanat Fakultas Adab dan Bahasa, para Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta.

Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd. Beliau menyampaikan rasa syukur karena para mahasiswa baru dapat hadir di hari ketiga perkuliahan untuk mengikuti kegiatan penting ini. Beliau menekankan bahwa moderasi beragama adalah nilai inti yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa, sejalan dengan visi kampus untuk menghasilkan lulusan yang moderat. Moderasi beragama bukanlah hal baru, melainkan ajaran yang telah ada sejak nabi pertama hingga Nabi Muhammad SAW, yang bertujuan menyebarkan kasih sayang, kedamaian, dan ketenteraman bagi seluruh alam semesta.

Prof. Dr. Imam Makruf secara khusus menyoroti pentingnya sikap adil dan kesetaraan dalam relasi akademik di lingkungan kampus. Beliau menekankan bahwa mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa berasal dari berbagai latar belakang budaya, suku, bangsa, bahkan ada yang dari luar negeri. Mereka memiliki perbedaan bahasa, budaya, latar belakang ekonomi, dan agama, tetapi ketika berada dalam proses pembelajaran, tidak boleh ada perbedaan atau diskriminasi.

Prinsip dasar ini dikembangkan untuk memastikan bahwa seluruh mahasiswa mendapatkan perlakuan yang sama. Layanan akademik, termasuk bagi mahasiswa disabilitas, harus diberikan secara proporsional dan tanpa diskriminasi. Dosen pun dilarang keras memperlakukan mahasiswa secara berbeda, misalnya karena penampilan fisik atau hubungan personal. Semua mahasiswa memiliki hak yang sama, baik dalam hal layanan, penggunaan sistem Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), maupun prosedur bimbingan dengan dosen.

Beliau dalam sambutannya juga sekali lagi mengingatkan bahwa relasi antara dosen, mahasiswa, dan pengelola fakultas adalah relasi akademik dan edukatif, bukan relasi personal. Relasi ini didasarkan pada nilai-nilai objektivitas, kejujuran, dan integritas. Dosen dan mahasiswa diharapkan untuk saling berkomunikasi dengan baik dan profesional. Beliau berpesan kepada para dosen agar tidak sulit dihubungi oleh mahasiswa. Namun, mahasiswa juga harus tahu waktu yang tepat untuk menghubungi dosen, misalnya tidak di malam hari atau saat dosen sedang mengajar.

Di akhir sambutannya, Dekan mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa baru. Beliau berharap mahasiswa dapat memanfaatkan waktu perkuliahan dengan optimal. Beliau juga menyampaikan bahwa tujuan utama dari proses pembelajaran ini adalah untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Beliau berharap agar mahasiswa dapat sukses tidak hanya dalam studi, tetapi juga dalam karier dan kehidupan di masa depan.