Kabar FAB – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 yang diikuti ribuan mahasiswa baru dari seluruh fakultas. Salah satu rangkaian kegiatan PBAK tersebut adalah pengenalan fakultas pada hari Rabu, 20 Agustus 2025. Pada pengenalan Fakultas Adab dan Bahasa yang berlangsung di halaman gedung Fakultas Adab dan Bahasa dengan dihadiri oleh 600an mahasiswa baru, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., memberikan pemaparan mengenai sejarah, visi, misi, serta sistem akademik yang berlaku di fakultas.






Ia menjelaskan bahwa secara historis, Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta ini merupakan pengembangan dari jurusan Sastra dan Tarbiyah ketika masih bernama IAIN Surakarta. Jurusan Sastra yang menaungi Sastra Inggris kemudian berkembang dengan lahirnya program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Setelah melalui beberapa perubahan, fakultas ini akhirnya berdiri sendiri dengan nama Fakultas Adab dan Bahasa, yang menaungi rumpun ilmu sastra dan bahasa.
Beliau juga mengenalkan visi fakultas yakni untuk menjadi fakultas unggul dan inovatif dalam ilmu-ilmu keadaban dan kebahasaan guna mewujudkan Indonesia maju berkeadaban pada tahun 2034. Visi tersebut diwujudkan melalui misi Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ditambah dengan penguatan kerjasama. Beliau sangat berharap bahwa alumni dari Fakultas Adab dan Bahasa ini memiliki profil kompetitif, kreatif, saleh, moderat, dan juga profesional.
Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta juga memiliki etos kerja dengan singkatan CARE yaitu: Creative (Kreatif), Accountable (Dapat Dipertanggungjawabkan), Responsive (Responsif), dan Empathetic (Empatik).
Untuk mendukung pembelajaran, beliau menjelaskan bahwa fakultas telah menyediakan sejumlah fasilitas seperti laboratorium praktikum (podcast, micro-teaching), jurnal ilmiah yang dikelola mahasiswa, serta perpustakaan fakultas disamping juga ruang perkuliahan yang nyaman dan juga akses internet yang memadai.
Dekan juga memaparkan mengenai sistem perkuliahan di Fakultas Adab dan Bahasa, mulai dari pemahaman kalender akademik, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), hingga strategi agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu. Ia mengingatkan bahwa capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjadi penentu jumlah SKS yang dapat diambil mahasiswa setiap semester. Selain itu, mahasiswa juga diberi pilihan skema untuk lulus yang bervariasi, tidak hanya skripsi, tetapi juga penulisan artikel jurnal, proyek kreatif, maupun penulisan buku ber-ISBN.
Lebih lanjut, Dekan juga menyampaikan tujuh kiat sukses untuk mahasiswa baru, yakni aktif mencari informasi, kolaboratif, berintegritas, komunikatif, memiliki literasi, memiliki perencanaan studi, serta menjaga jejak digital yang baik.
Acara ini juga diisi dengan penyampaian arahan dari jajaran wakil dekan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta. Prof. Dr. Woro Retnaningsih, M.Pd., Wakil Dekan Bidang I, menekankan pentingnya kemandirian mahasiswa. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak manja serta tidak membandingkan jadwal kuliah di perguruan tinggi dengan jadwal sekolah menengah.
Sementara itu, Dr. H. Zainal Arifin, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan Bidang II, mengingatkan mahasiswa baru untuk menjaga kebersihan lingkungan fakultas. Selain itu beliau juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk ikut menjaga fasilitas perkuliahan maupun fasilitas pendukung lain yang ada di fakultas.
Sedangkan Dr. Aly Mashar, S.Pd.I., M.Hum., Wakil Dekan Bidang III, menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat melalui Unit Unggulan maupun Kelompok Studi Mahasiswa (KSM). Beberapa KSM yang tersedia antara lain KSM Tentacle (drama bahasa Inggris, Arab, dan Indonesia), Harokatuna (seni Islam dan hadrah), Pandawa (jurnalistik), serta Relasi (penulisan ilmiah).
Wakil Dekan Bidang III juga mengingatkan mahasiswa untuk waspada terhadap modus penipuan yang kerap menyasar mahasiswa baru, termasuk yang berkedok MLM. Ia menekankan agar mahasiswa tidak menyendiri dan selalu berinteraksi dengan teman-temannya agar tidak mudah dipengaruhi. Selain itu, ia menegaskan bahwa UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki satgas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, sehingga mahasiswa tidak perlu takut melapor jika menghadapi kasus tersebut. Ia juga menekankan pentingnya etika bermedia sosial dan penyelesaian masalah melalui mekanisme resmi sebelum dipublikasikan di ruang digital.

