Strategi Sukses Berkarir di Era Digital: Bekal Calon Alumni Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

KabarFAB – Senin, 14 Juli 2025, pukul 08.54 WIB, di Aula Yosodipuro FAB lantai 4, diselenggarakan acara Pembekalan Calon Alumni Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta yang bertema “Strategi Sukses Berkarir di Era Digital: Bekal Calon Alumni“. Acara ini diikuti oleh 243 mahasiswa calon wisudawan Fakultas Adab dan Bahasa dan dibagi menjadi 2 sesi. Acara inipun digelar sebagai bekal bagi calon alumni dalam menghadapi tantangan dunia kerja di era digital yang terus berkembang pesat.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Aly Mashar, M.Hum. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini, dulu sering disebut sebagai Career Development Program (CDP). Kegiatan ini merupakan agenda yang hampir secara rutin dilaksanakan sebelum wisuda universitas. Tujuan utamanya tentu untuk memberi bekal kepada calon alumni Fakultas Adab dan Bahasa mengenai pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika dunia profesional saat ini, sehingga calon alumni memiliki persiapan yang matang dan bekal yang memadai untuk bersaing di dunia nyata yang kompetitif.

Dr. Aly Mashar juga menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf dari Dekan Fakultas Adab dan Bahasa yang berhalangan hadir pada pembukaan sesi pertama ini karena ada tugas penting lainnya tidak dapat ditinggalkan. Beliau juga secara khusus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Irwan Ariyanto, yang telah berkenan hadir sebagai narasumber pada kegatan ini.

Dr. Aly Mashar juga menekankan pentingnya motivasi dan inspirasi bagi para calon alumni, khususnya bagi mereka yang memiliki keinginan untuk merintis karir di bidang profesional ataupun juga bagi yang ingin menciptakan karya-karya inovatif. Oleh karenanya, kehadiran narasumber pada hari ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai peluang yang terbuka lebar di era digital.

Dalam arahannya, Dr. Aly Mashar menitikberatkan beberapa hal fundamental yang harus dipegang teguh oleh para calon alumni. Pertama, beliau mengingatkan bahwa sebagai alumni universitas yang menyandang nama Islam di belakangnya, masyarakat akan senantiasa menilai dan melabeli alumni dengan citra ke-Islaman, walaupun jurusan atau program studi yang diambil bersifat umum. Oleh karenanya, tindak tanduk dan perilaku para alumni akan selalu menjadi sorotan dan cerminan bagi institusi. Alumni UIN Raden Mas Said Surakarta diharapkan mampu menjaga karakteristik ke-Islaman mereka, karena masyarakat cenderung melihat mereka sebagai individu yang memiliki pemahaman mendalam dalam aspek agama. Dr. Aly Mashar menekankan bahwa meskipun secara personal mungkin masih merasa kurang atau belum sempurna dalam aspek keagamaan, adab dan etika harus senantiasa dijaga dengan baik, karena adab berada di atas ilmu. Dengan demikian, poin utama yang disampaikan adalah menjaga nama baik UIN dan citra positif Islam di tengah masyarakat.

Kedua, Dr. Aly Mashar berpesan agar para calon alumni tidak merasa minder atau terisolasi ketika nantinya terjun di tengah masyarakat. Beliau menggarisbawahi betapa krusialnya jaringan dan koneksi dalam masyarakat. Meskipun seseorang memiliki kecerdasan dan kemampuan yang baik, tanpa kemampuan untuk memanfaatkan jaringan yang dimiliki, peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan mengembangkan diri secara optimal akan menjadi terbatas. Oleh karena itu, beliau mendorong para calon alumni untuk proaktif dan cerdas dalam membangun serta memanfaatkan jaringan yang ada sebagai modal penting dalam perjalanan karir mereka.

Irwan Ariyanto dalam materinya, menekankan kepada calon alumni mengenai pentingnya untuk tidak gagap teknologi. Berbagai kemudahan seperti membeli makanan secara daring hingga pembayaran digital dengan sekali pindai, menjadi bukti nyata bagaimana teknologi telah meresap dalam kehidupan sehari-hari. Era baru ini tidak hanya mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi, tetapi juga membuka peluang inovatif yang tak terduga. Kata kunci seperti fleksibilitas, otomatisasi, dan globalisasi kini mendefinisikan pasar kerja, menuntut adaptasi dan kemampuan untuk terus belajar.

Dia juga berpesan agar jangan membiarkan kemudahan digital ini justru membuat minder dan seolah tak sanggup untuk dikejar. Justru sebaliknya, beliau mendorong para mahasiswa untuk berani mengeksplorasi hal-hal baru, karena justru di era ini banyak jenis pekerjaan baru bermunculan, seperti konten kreator dan profesi inovatif lainnya. Untuk mencapai kesuksesan di tengah dinamika ini, beberapa langkah strategis perlu diambil.

Irwan Ariyanto menyarankan untuk menyisihkan sebagian penghasilan bukan hanya untuk kebutuhan konsumsi, melainkan untuk “investasi isi kepala.” Ini bisa dilakukan dengan mengikuti berbagai kelas online, mulai dari kelas investasi, hingga kelas pengetahuan spesifik mengenai pekerjaan tertentu. Upskilling melalui bootcamp, mengikuti sertifikasi, dan bahkan pendidikan formal tambahan merupakan langkah krusial untuk tetap relevan. Penting juga untuk secara aktif menganalisis tren pasar kerja dan keterampilan yang sedang dibutuhkan agar kita bisa mengaplikasikan kemampuan baru tersebut dalam pekerjaan. Tak kalah penting, di era digital ini, membangun personal branding yang kuat di dunia maya menjadi keharusan.