Dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam Hadiri Seminar Internasional di UNAIR Bahas Provenance dan Repatriasi Warisan Budaya

KabarFAB – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta turut serta dalam Seminar Internasional bertajuk “Studi Kritis tentang Provenance, Sejarah, dan Warisan Budaya” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Program Studi Sejarah se-Indonesia (PPSI) bekerja sama dengan sejumlah universitas ternama, termasuk Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, dan Perhimpunan Praktisi Profesi Kesejarahan (P3K). Kegiatan ini berlangsung di Aula Majapahit, lantai 5, Tower ASEEC Kampus B UNAIR, pada tanggal 23 Juni 2025 dan dihadiri oleh akademisi baik dari dalam maupun luar negeri.

Hadir mewakili dari Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta adalah Sekretaris Jurusan Peradaban Islam, Latif Kusairi, M.A., Koordinator Program Studi Sejarah Peradaban Islam Moh. Ashif Fuadi, M.Hum, dan dosen Sejarah Peradaban Islam, Martina Safitry, M.A. Seminar ini menjadi forum penting untuk mendalami isu provenance, yaitu asal-usul dan perjalanan suatu artefak budaya, termasuk upaya repatriasi tinggalan sejarah Indonesia yang kini berada di luar negeri dan juga mendukung diskursus global mengenai pelestarian sejarah dan budaya.

Seminar ini dihadiri pula oleh beberapa narasumber internasional antara lain, Prof. William Bradley Horton (Akita University) dan Prof. Mayumi Yamamoto (Miyagi University), serta tokoh nasional seperti Prof. Dr. Ismunandar dan Prof. Agus Suwignyo yang juga menyampaikan beberapa gagasan mengenai pentingnya integritas artefak dan urgensi pemulangan warisan budaya. Yang menjadi perhatian utama dalam diskusi ini antara lain mengenai beberapa artefak berharga yang tersebar di Belanda, Portugal, dan Jepang akibat masa kolonial.

Selain sesi pemaparan ilmiah, terdapat juga acara peluncuran buku terbaru PPSI dan pengumuman rencana Kongres PPSI yang akan digelar tahun depan di Universitas Khairun, Ternate. Seminar ini diikuti oleh peserta dari berbagai prodi sejarah di seluruh Indonesia, dan menjadi bagian dari rangkaian seminar internasional PPSI selanjutnya di Makassar.