Fakultas Adab dan Bahasa Perkuat Kerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah

KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menjalin kerja sama strategis dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melalui penandatanganan rencana kerja sama yang dilaksanakan pada Rabu, 25 Juni 2025 di Ruang Rapat Dekanat Fakultas Adab dan Bahasa. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan jajaran, serta Dekanat Fakultas Adab dan Bahasa, Ketua dan Sekretaris Jurusan Bahasa, Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, dan Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Acara ini juga sebagai upaya penguatan kolaborasi dalam bidang kebahasaan dan kesastraan yang telah terjalin selama ini, khususnya antara Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah atas kehadirannya dalam kegiatan tersebut. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena beberapa jajaran pimpinan fakultas tidak dapat hadir akibat adanya agenda lain yang berlangsung secara bersamaan.

Beliau memandang bahwa kerja sama antara Fakultas Adab dan Bahasa dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sejatinya telah berjalan cukup lama melalui berbagai kegiatan, termasuk program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dilakukan bersama dengan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia maupun program kebahasaan lainnya. Maka, penyusunan rencana kerja sama ini ditujukan agar terdapat landasan hukum atas bentuk-bentuk sinergi yang telah dan akan dilakukan, sehingga setiap kolaborasi memiliki legalitas yang jelas dan pasti.

Fakultas Adab dan Bahasa memberikan perhatian sangat khusus terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, terutama melalui program sertifikasi keahlian. Ijazah kini tidak lagi dianggap cukup sebagai satu-satunya bukti kompetensi lulusan. Meskipun Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) telah diterapkan, namun masih belum mencukupi untuk masuk ke dunia kerja saat ini. Oleh karenanya, fakultas terus mendorong mahasiswa untuk memiliki sertifikasi tambahan, baik dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), ataupun sertifikasi bertaraf internasional, sehingga semakin memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja.

Beliau berharap kerja sama yang dijalin ini bisa menjadi langkah konkret dalam membangun mekanisme pengakuan kompetensi yang legal, jelas, dan terstandar. Program sertifikasi yang dijalankan di bawah payung kerja sama ini ditujukan untuk memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

Selain itu, beliau sangat menekankan pentingnya keberlanjutan dan tindak lanjut dari setiap kerja sama yang dibangun. Setiap kerja sama harus dilanjutkan dengan realisasi dan dipersiapkan secara sistematis agar tidak berhenti pada aspek administratif semata atau hanya dalam bentuk naskah kerja sama, namun juga berdampak langsung pada pengembangan kapasitas mahasiswa dan institusi secara menyeluruh.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa rencana kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Balai Bahasa dalam memperluas jaringan kolaborasi di bidang kebahasaan dan kesastraan, terutama bersama lembaga pendidikan tinggi. Saat ini, terdapat tiga program utama yang menjadi fokus kerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, yaitu peningkatan literasi, penginternasionalan bahasa Indonesia, dan perlindungan bahasa daerah.

Dalam bidang literasi, salah satu programnya adalah Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), yang merupakan bentuk sertifikasi kebahasaan dengan masa berlaku dua tahun. Program ini relevan dengan kegiatan akademik, termasuk yang telah dilakukan bersama dengan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia selama ini.

Selain program tersebut, dalam bidang literasi Balai Bahasa juga mendorong penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik. UIN Raden Mas Said Surakarta, melalui Fakultas Adab dan Bahasa, diharapkan dapat mendukung upaya ini melalui penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar pada papan pengumuman, informasi visual, dan media publik lainnya.

Sedangkan dalam program penginternasionalan bahasa Indonesia, Balai Bahasa dan program studi Tadris Bahasa Indonesia pernah beberapa kali melakukan kerja sama untuk program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Mengingat jumlah penutur bahasa Indonesia yang terus meningkat dan telah masuk dalam sepuluh besar bahasa dengan penutur terbanyak di dunia, beliau sangat berharap program BIPA dapat dikembangkan bersama secara berkelanjutan ke depannya.

Sementara itu, dalam program perlindungan bahasa, Balai Bahasa Jawa Tengah memiliki program Senarai Istilah Bahasa Jawa (SIBAJA) yang memungkinkan masyarakat, termasuk kalangan akademisi, untuk turut serta menyumbangkan data bahasa daerah serta informasi kebahasaan lainnya.Kepala Balai Bahasa menyatakan berbagai program tersebut dapat diselaraskan dan diintegrasikan dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan bahasa dan sastra, baik pada tataran lokal, nasional, maupun internasional.