Surakarta, Selasa 26 Juli 2022 Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Adab dan Bahasa, UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar acara Workshop Metodologi Sejarah dengan tema “Penguatan Penelitian dan Penulisan Sejarah Sosial Budaya”. Acara ini turut menyemarakkan dies natalis ke 30 UIN Raden Mas Said Suarakarta. Acara ini diikuti oleh mahasiswa semester 5 Prodi SPI. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Toto Suhato, S.Ag., M.Ag selaku Dekan FAB. Adapun dalam sambutanya Prof. Dr. Toto Suhato, S.Ag., M.Ag menyampaikan bahwa puncak seorang sejarawan adalah historiografi. Untuk mencapai penulisan sejarah yang baik haruslah menggunakan metodologi yang tepat. Seyogyanya Prodi SPI yang dibawah naungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dapat menyemarakkan dan menambah khasanah di bidang historiografi Islam khususnya.

Narasumber dalam acara ini yaitu Dr. Gani Ahmad Jaelani (Dosen Sejarah Universitas Padjajaran) yang menyampaikan tentang cara kerja sejarawan dalam menulis sejarah, dimulai dari menentukan topik dan masalah, memahami model-model penelitian sejarah beserta sumbernya, menginterpetasi sumber menjadi sebuah tulisan, dan memahami cara kerja penulisan referensi menggunakan mendeley dan zotero. Dalam diskusi sesi pertama ada 2 penanya, yaitu Dewa Alfaquin dan Noviana Putri dari semester 5.

Narasumber kedua yaitu Indra Fibiono, S.S., M.P.A (Peneliti Sejarah BPNB Yogyakarta) yang memberikan paparan tentang literasi digital yang berkiatan dengan pencarian sumber-sumber sejarah. Sumber-sumber sekunder bahkan primer sudah bisa diakses secara gratis di beberapa laman. Laman yang dijadikan sebagai alat pencarian sumber menampilkan naskah, koran bahkan dokumen yang sangat erat kaitannya dengan sejarah. Sumber-sumber berbahasa belanda, inggris, perancis, bahasa jawa dan pegon.
Pada sesi kedua ada 3 penanya yang membuat forum ini menjadi meriah.

Kegiatan workshop diikuti dengan baik oleh mahasiswa, hal ini terlihat dari antusiasme dalam keikutsertaan dan keaktifan dalam forum diskusi serta tanya ajwab dengan narasumber. Semoga kedepan tradisi budaya historiografi dapat terbangun dan menambah horizon wawasan di bidang historiografi Islam lokal khususnya.