Kamis, (24/09) Fakultas Adab dan Bahasa IAIN Surakarta mengadakan kegiatan Upgrading Dosen di Hotel Indah Palace Tawangmangu. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 24-25 September ini dihadiri oleh semua dosen tetap yang ada di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa.
Acara yang dipandu oleh Ika Sulistyarini, M. Pd. sebagai host ini mengundang narasumber Dr. Maharsi, M. Hum dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebelum masuk ke acara inti, kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Toto Suharto, S. Ag., M. Ag. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para dosen di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa dalam penyusunan RPS. Isi RPS hendaknya memiliki tolak ukur yang jelas mengenai tujuan yang ingin dicapai sehingga mahasiswa memiliki gambaran yang jelas tentang mata kuliah yang mereka hadapi.
Sambutan yang kedua disampaikan oleh Dr. Muh. Fajar Shodiq, M. Ag. selaku Wakil Dekan II Fakultas Adab dan Bahasa. Beliau menyampaikan hal-hal teknis mengenai kegiatan upgrading dosen selama dua hari ini, di antaranya pendampingan penyusunan RPS dari narasumber di hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan outbond di hari kedua.
Setelah sambutan dari Dekan dan Wakil Dekan II, acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber. Kegiatan yang dipandu oleh Sri Lestari, M. Pd sebagai moderator ini dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama adalah penjelasan mengenai RPS dari narasumber, dan sesi kedua adalah pendampingan penyusunan RPS bagi para peserta.

IMG 20200924 WA0036

IMG 20200924 WA0034

IMG 20200924 WA0068
Materi yang disampaikan oleh narasumber, Dr. Maharsi, M. Hum adalah tentang prinsip penyusunan RPS. Dalam menyusun RPS, dokumen yang dirancang haruslah dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan sesuai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah ditetapkan, sehingga harus dapat ditelusuri keterkaitan dan kesesuaian dengan konsep kurikulumnya. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan agar RPS yang dirancang adalah pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa secara SCL (Student Centred Learning). RPS juga wajib ditinjau dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sesi kedua, pendampingan penyusunan RPS dilaksanakan dengan evaluasi RPS dari masing-masing prodi Fakultas Adab dan Bahasa. Secara keseluruhan, RPS yang ada di Fakultas Adab dan Bahasa memiliki kekurangan di komponen indikator. Lebih lanjut, Dr. Maharsi, M. Hum menyarankan agar di setiap prodi menunjuk satu coordinator mata kuliah serumpun sehingga RPS yang dibuat bisa di monitor dengan baik.
Adapun tindak lanjut dari kegiatan ini, peserta diharapkan mampu merancang rencana pembelajaran yang rigid , dan sesuai dengan visi Fakultas Adab dan Bahasa yakni Competitive-Creative, Pious-Moderate, dan Professional. (NW/MSI)