SEMINAR TRANSFORMATIVE LANGUAGE TEACHING AND LEARNING INDIGITAL ERA

Rabu, (29/06/2022) diselenggarakan seminar oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Mas Said Surakarta dengan mengusung tema Transformative Language Teaching and Learning in Digital Era. Seminar ini bertempat di Ruang P.2.5 gedung Fakultas Adab dan Bahasa. Narasumber pada seminar ini ialah Agus Dwi Priyanto, M.Kom yang merupakan dosen di Sekolah Vokasi UNS, dan ditemani oleh H. Zainal Arifin, MPd selaku moderator.

 Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen dan dibuka langsung oleh Prof. Dr. KRT. H Sujito, M.Pd selaku Wakil Dekan 1 FAB. Dalam sambutannya, beliau sedikit memberikan review terkait tema dalam seminar tersebut, selain itu beliau berharap untuk kedepannya bisa belajar lebih banyak hal dan menimba ilmu secara lebih dalam dari narasumber. Kemudian, Dr. Muh. Fajar Shodiq, M.Ag selaku Wakil Dekan 2 FAB menambahkan bahwa kita harus bersyukur karena masih bisa melakukan aktifitas akademik dan harapannya kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Seminar berjalan dengan lancar dan interaktif karena narasumber menyajikan materi dengan cara yang menarik seperti memberikan beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh para dosen dengan responsif. Sebelum masuk ke materi inti, para dosen selaku peserta seminar diminta untuk menuliskan harapannya ketika mengikuti kegiatan ini melalui laman mentimeter. Narasumber memperkenalkan beberapa teknologi digital yang dapat mempermudah guru maupun dosen dalam melakukan aktifitas pembelajaran bersama para siswa ataupun mahasiswa. Dimulai dari tools translateyang ada di Microsoft Word, kemudian laman Miro.com, Copymatic, Quillbot, Virtual Writing, hingga Lesson Writer. Beberapa teknologi tersebut memiliki berbagai benefit seperti mempermudah dalam membuat lembar kerja siswa, efisiensi waktu dalam proses penerjemahan, menganalisis dan memberikan penilaian hasil tulisan, hingga mengetahui ide-ide maupun aspirasi dari siswa yang sulit menyuarakan aspirasinya.

Narasumber menyajikan materi layaknya berdiskusi sambil bermain, karena beliau tidak hanya memberi pemaparan namun meminta peserta untuk mempraktikkan langsung. Sehingga peluang untuk menangkap materi lebih besar serta suasana terkesan lebih hidup. Dari seminar ini, ada hal yang perlu diperhatikan dan menjadi catatan khusus bagi pendidik di era digital seperti sekarang. Hal tersebut ialah para pendidik harus bisa memberikan kapasitas lebih yang bisa diajarkan kepada para siswa, mengingat para siswa maupun mahasiswa pun telah sadar akan perkembangan teknologi.