Dr.Abdul Ghoruf,M.Ag. merupakan dosen senior di prodi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Bahasa, pada 28 Juli 2022 telah melakukan ujian terbuka promosi doktor di Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta, beliau membahas tentang epistimologi pendidikan islam tinjauan historis pada Harun Alrasyid 789-809M dalam disertasinya.

berikut abstrak beliau Epistemologi pendidikan Islam yang ada pada masa Dinasti Bani Abbasiyah. terutama Khalifah Harun al-Rasyid mampu mencapai puncak keemasan karena didorong adanya semangat normatif bersumber dari qur‘an dan hadits untuk pengembangan pengetahuan dan pendidikan Islam. sesuai dengan hal maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; Bagaimana corak epistimologi pendidikan Islam pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid? Apa faktor pendorong dan penghambat pengembangan epistemologi pendidikan Islam pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid? Mengapa epistemologi pendidikan Islam masa khalifah Harun berpengaruh terhadap epistemologi pendidikan Islam sekarang. Adapun tuiuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Corak Epistemologi Pendidikan Islam, Faktor pendiorong dan penghambat serta apa sumbangan khalifah Harun ar-Rasyid terhadap epistemology pendidikan Islam

Penelitian ini menggunakan perspektif sosiologi ilmu pengetahuan (the sociology of knowlegde) menekankan empat hal dalam menghasilkan ilmu pengetahuan berdasarkan pendekatan sejarah, yaitu peran ilmuwan, etos keilmuan, komunitas ilmiah, serta kajian ilmu dari aspek perbandingan, sejarah, dan peradabannya. Dengan kerangka ini, peran pakar pendidikan Islam dan etos keilmuannya dilihat dari sisi produk pemikiran dibidangnya. Sedangkan komunitas ilmu yang dibentuk pakar pendidikan Islam.

Adapun temuan dari penelitian ini adalah corak epistemology dalam bentuk Naqliah menghasilkan banyak metode untuk kajian islam seperti nadzr, udabur, tafakur, bayyinah, burhan, mulahzah, tajrib, istiqra, qiyas, tamsil, ta’wil, dzati. hissi, khayali, aqli, syibhi sedangkan dari sisi ‘aqliyah yang rasional menghasilkan corak ilmu pengetahuan indrawi; dan pengetahuan kasyaf melalui ilham/ intuisi. adapun Faktor pengembagan epistemology pendidikan Islam, Stabilitas politik, Ekonomi pengetahuan, paham keagamaan dan kedudukan keluarga Barmak, dan sumbanganya adalah berdirinya Bait al hikmah, masjid sebagai pusat kajian ilmu pengetahuan, kuttab, sekolah dan toko buku.