PRAKTIK KEAHLIAN MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS: IELTS TEST TAKING DAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMANDUAN

Sudah sekian lama ada anggapan bahwa lulusan perguruan tinggi atau sarjana hanya menguasai teori saja dan kurang mampu beradaptasi di dunia kerja yang membutuhkan keterampilan atau kemampuan yang sifatnya praktis. Berkaca dari fenomena ini, program studi-program studi di Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, termasuk Program Studi Sastra Inggris, setiap tahun secara rutin menyelenggarakan kegiatan Praktik Keahlian yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan di bidang kebahasaan dana kesusastraan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang difokuskan pada penguasaan keterampilan public speaking dan tes TOEFL, pada tahun 2023 ini, kegiatan Praktik Keahlian ditekankan pada penguasaan ketrampilan untuk mengerjakan tes IELTS serta kewirausahaan dan kepemanduan di bidang pariwisata. Praktik Keahlian, yang pertama, IELTS Test Taking diikuti sekitar 120 mahasiswa semester 6 dengan menghadirkan narasumber Bp. Fitri Kurniawan, S.Pd., M.Res.Ed., trainer IELTS dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sementara itu, Praktik Keahlian yang kedua dengan pemateri dari Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI), yaitu Bp. Amat Kusaini Al Alexs, diikuti oleh mahasiswa semester 4. Kedua kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 17 Mei 2023 bertempat di Aula Lantai 4 Gedung Fakultas Adab dan Bahasa dan secara daring melalui zoom meeting.

Acara Praktik Keahlian ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan. Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. Muhammad Zainal Muttaqien, S.S, M.Hum., menggarisbawahi pentingnya kemampuan untuk mengerjakan soal-soal dalam tes IELTS karena tes ini sudah menjadi standar untuk menguji tingkat kemampuan dalam empat skill bahasa Inggris, sebagaimana TOEFL. Sertifikat IELTS ini banyak disyaratkan di Austrlia dan Eropa, baik untuk keperluan bekerja maupun studi lanjut. Untuk lebih amannya, Korprodi lebih lanjut mengharapkan kepada mahasiswa untuk bisa mencapai skor minimal 6,5, meskipun apabila kurang juga tidak berarti gagal. Mengingat mahalnya biaya untuk mengikuti tes ini, yakni sekitar 3,5 juta,  mahasiswa juga diharapkan sudah siap ketika mengikuti tes secara resmi sehingga biaya tidak terbuang percuma. Di samping itu, apabila bisa memperoleh skor tinggi dalam satu kali kesempatan, mahasiswa tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga dengan berulang kali mengikuti tes.

Selanjutnya, pada sesi materi yang dimoderatori oleh Bp. Wildi Adila, S.Pd.I, M.A., narasumber Bp Fitri Kurniawan mengawali paparannya dengan menjelaskan apa itu tes IELTS secara garis besar, seperti berbagai jenis tes yang tersedia berikut biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti tes tersebut. Selain itu, narasumber juga memberikan tips dan trik untuk mengerjakan masing-masing section dalam IELTS  dari keterampilan listening hingga writing. Sesi yang berlangsung selama sekitar dua jam ini diakhiri dengan tanya-jawab antara mahasiswa dengan narasumber.

            Pada sesi kedua, dengan moderator Ibu Yustin Sartika, S.S., M.A., berkaitan dengan topik kewirausahaan, Bp. Amat Kusaini Al Alexs, selaku narasumber sekaligus Ketua IPMI, menjelaskan definisi dan manfaat kewirausahaan, khususnya bagi Generasi Z. Selanjutnya, berkenaan dengan topik kepemanduan, pemateri memaparkan secara panjang lebar mengenai pemahaman kepemanduan; faktor-faktor yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemandu; tingkatan pemandu wisata; teknik, etika, dan trik memandu; serta bagaimana memberikan pelayanan prima kepada wisatawan. Selain itu, menghadapi situasi di masa pascapendemi, narasumber juga menjabarkan strategi pelayanan di bidang kepariwisataan di era new normal. Sesi kedua ini juga diakhiri dengan tanya jawab antara peserta dengan narasumber.

Praktik Keahlian Kewirausahaan dan Kepemanduan ini sebenarnya merupakan implementasi dari kerja sama antara Program Studi Sastra Inggris dengan IPMI. Selain mengundang pihak IPMI sebagai narasumber, kerja sama ini juga diwujudkan dalam bentuk sertifikasi pemandu wisata (tour guide) bagi dosen dan mahasiswa yang difasilitasi oleh Jurusan Sastra bersama-sama dengan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dan Sejarah Peradaban Islam. Kegiatan sertifikasi ini dilaksanakan di Hotel Solia Zigna yang berlokasi di Laweyan, Surakarta pada hari Senin dan Selasa, tanggal 15-16 Mei 2023.