Submit Bareng 2025 #WritingTogetherWritingStronger (WTWS) Vol. 6

KabarFAB – Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Bahasa, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Submit Bareng 2025, Writing Together, Writing Stronger (WTWS) Vol. 6 pada 5 November 2025 di Aula Yosodipuro Gedung Fakultas Adab dan Bahasa lt.4.

Kegiatan ini diikuti oleh 133 mahasiswa semester 5 dan menjadi puncak rangkaian pembelajaran akademik berbasis riset dan publikasi ilmiah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berpartisipasi dalam proses submit artikel di jurnal ilmiah secara serentak sebagai bagian dari pembelajaran kolaboratif.

Namun, sebagai pionir, beliau berharap program studi ini terus berinovasi agar tidak tertinggal, mengingat semakin banyak program studi lain yang mulai mengadopsi konsep serupa. Sejak tahun lalu, kegiatan WTWS telah menggunakan email institusi sebagai sarana pengumpulan artikel, langkah penting dalam meningkatkan mutu akademik serta memperkuat rekam jejak digital mahasiswa. Artikel-artikel mahasiswa kini dapat dilacak melalui mesin pencari ilmiah dan diakui sebagai karya ilmiah resmi Program Studi Sastra Inggris dan UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dosen penanggung jawab kegiatan, Prof. Dr. Luthfie Arguby Purnomo, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan jumlah karya tulis mahasiswa dari tahun ke tahun. Jika pada WTWS Vol. 5 tahun 2024 terdapat 24 artikel yang disubmit, maka pada WTWS Vol. 6 ini terkumpul 35 artikel, termasuk 3 artikel dari dosen Program Studi Sastra Inggris.

Sebagai tindak lanjut peningkatan mutu akademik, Prof. Luthfie juga merencanakan integrasi antara mata kuliah Metodologi Penelitian dengan penulisan artikel ilmiah, seiring dengan penyesuaian jumlah SKS yang telah dilakukan. Ia menegaskan bahwa menulis bukan sekadar tugas akademik, melainkan juga dapat menjadi gaya hidup dan bagian dari budaya akademik yang berkelanjutan.

Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Robith Khoiril Umam, S.S., M.Hum., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian mahasiswa yang berhasil menulis dan memublikasikan artikel ilmiah pada hari ini. Persiapan kegiatan ini telah berlangsung sejak bulan Maret, hal ini tentunya menunjukkan dedikasi dan kerja keras seluruh peserta yang hadir pada hari ini.

Menurutnya, Program Studi Sastra Inggris kini telah menjadi contoh praktik baik bagi program studi sejenis di berbagai perguruan tinggi. Kegiatan WTWS yang telah memasuki tahun keenam menjadi bukti komitmen prodi dalam menumbuhkan semangat kebersamaan dan budaya menulis. Peningkatan jumlah artikel yang disubmit dalam WTWS periode ini menunjukkan semangat, konsistensi dan kesiapan mahasiswa Sastra Inggris untuk bersaing dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia.

Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., menyatakan bahwa Writing Together, Writing Stronger ini merupakan tradisi akademik yang sangat baik dan patut dipertahankan. Program seperti ini menjadi satu-satunya di lingkungan fakultas, bahkan di tingkat universitas, sehingga Program Studi Sastra Inggris layak disebut sebagai pionir bagi program studi lain di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta.

WTWS Vol. 6 merupakan hasil kerja kolektif mahasiswa program studi Sastra Inggris, khususnya semester 5, yang didukung sepenuhnya oleh Program Studi. Selama beberapa bulan, mahasiswa mengikuti tahapan penulisan ilmiah secara serius dan bertanggung jawab, mulai dari proses riset hingga penyusunan artikel akhir. Sebanyak 35 kelompok mahasiswa berhasil menyelesaikan karya tulis mereka melalui proses panjang yang mencakup penentuan ide, pelaksanaan riset, bimbingan dengan dosen, dan revisi berulang.

Hingga saat ini, Program Studi Sastra Inggris juga tercatat sebagai yang tertinggi di portal SINTA untuk lingkup Fakultas Adab dan Bahasa. Kegiatan submit bersama di semester 5 ini diharapkan menjadi pengalaman awal sebelum mahasiswa menulis artikel individu sebagai pengganti skripsi, sehingga dapat lulus tepat waktu pada semester 7 atau 8.

Diakhir sambutanya beliau berpesan untuk memanfaatkan pengalaman ini dan menulis dengan jujur, bukan hanya sekedar untuk menghindari plagiasi – terlebih di era AI seperti sekarang – namun juga menjadikan menulis sebagai bagian dari perjalanan intelektual.