Rapat Koordinasi Persiapan Asesmen Lapangan Untuk Program Studi Sejarah Peradaban Islam

KabarFAB – Pada hari Senin, 26 Januari 2026, Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan rapat Koordinasi Persiapan Asesmen Lapangan untuk Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Kegiatan yang bertempat di Aula Yosodipuro, Lantai 4 Gedung Fakultas Adab dan Bahasa ini dimulai pada pukul 09.00 WIB. Forum ini dihadiri oleh kurang lebih 40 peserta yang terdiri atas tim penyusun borang Program Studi Sejarah Peradaban Islam, perwakilan mahasiswa, tenaga kependidikan, Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta tim dari Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Raden Mas Said Surakarta.

Membuka sesi pengarahan, Wakil Dekan Bidang I, Prof. Dr. Woro Retnaningsih, M.Pd., menekankan urgensi rapat ini sebagai langkah finalisasi sebelum asesmen sesungguhnya. Beliau menggarisbawahi bahwa fokus utama pertemuan adalah memastikan ketersediaan dan kerapian dokumen bukti (evidence) yang disisipkan dalam borang. Selain itu, pembagian tugas yang jelas dan persiapan hal-hal teknis lainnya menjadi prioritas agar tidak ada celah saat evaluasi berlangsung. Prof. Woro menyampaikan harapannya agar seluruh proses asesmen lapangan nanti dapat berjalan lancar dengan hasil terbaik bagi program studi. Dalam proses pendampingan ini, pihak fakultas juga akan dibantu secara intensif oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) guna memastikan standar mutu terpenuhi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjaga soliditas tim. Beliau mengungkapkan rasa syukur karena setelah masa penantian yang cukup panjang akibat penundaan jadwal, proses asesmen akhirnya dapat dilaksanakan. Terkait mekanisme pelaksanaan, Dekan menjelaskan bahwa meskipun anggaran dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam – Kementerian Agama RI, dialokasikan untuk skema dalam asesmen ini dengan cara daring (online), fakultas berencana mengajukan permohonan resmi agar asesmen dapat dilakukan secara luring (offline) dengan menghadirkan asesor langsung ke kampus. Rasionalisasi utamanya adalah kemudahan akses data fisik dan efektivitas pembuktian lapangan. Namun, beliau menegaskan bahwa tim harus siap dengan skema apa pun baik daring maupun luring, mengingat kedua skema tersebut tetap membutuhkan ruang kendali dan dukungan data yang sama presisinya.

Lebih lanjut, Dekan juga memberikan saran pentingnya dalam penyiapan daya dukung sarana dan prasarana. Beliau menginstruksikan tim untuk menonjolkan pembaruan fasilitas yang kini telah dimiliki fakultas, seperti keberadaan laboratorium baru yang belum tercantum dalam borang. Selain aspek fisik, Tim program studi diminta untuk segera berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait, seperti UPT Perpustakaan, LP2M, dan PTIPD, untuk menjamin integrasi dan keselarasan data. Sinkronisasi data antara fakultas, rektorat, dan unit lain ini guna menghindari simpang siur informasi yang dapat melemahkan penilaian asesor. Pelibatan stakeholder eksternal juga harus disiapkan dalam menghadapi asesmen lapangan ini.

Prof. Imam Makruf mengingatkan sekali lagi bahwa waktu persiapan sudah sangat singkat, yakni kurang dari satu minggu. Oleh karenanya, seluruh tim diinstruksikan untuk bergerak cepat dan taktis. Kunci utama keberhasilan asesmen kali ini terletak pada tim data yang harus mampu menyajikan data yang paling rinci (rigid) dan terbaik..

Perteman inipun dilanjutkan dengan simulasi borang bersama Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Raden Mas Said Surakarta guna mematangkan persiapan Asesmen Lapangan Program Studi Sejarah Peradaban Islam ini.