Public Lecture dan Penguatan Kompetensi Substansi, Membahas Strategi Game Edukatif dalam Pembelajaran Era Digital

KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar kegiatan “Public Lecture dan Penguatan Kompetensi Substansi“. Acara yang mengangkat tema “Strategi Implementasi Game Edukatif untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di Era Digital” ini dilaksanakan secara hybrid di Aula Yosodipuro pada Jumat, 29 Agustus 2025, dan diikuti oleh dosen-dosen UIN Raden Mas Said Surakarta.

Wakil Dekan Bidang II Fakultas Adab dan Bahasa, Dr. Zainal Arifin, S.Pd., M.Pd., membuka acara secara resmi dengan menekankan pentingnya penyesuaian metode pengajaran dengan perkembangan zaman. Ia menyatakan bahwa kemajuan teknologi digital mendorong perlunya inovasi dalam metode pembelajaran. “Kegiatan seperti public lecture ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di fakultas kita,” ungkapnya. Beliau juga berharap agar inovasi semacam ini terus berkembang dan mendukung peningkatan kompetensi dosen.

Pada sesi pertama, Dr. Ahmad Zaki Annafiri, M.Ed., menyampaikan paparannya mengenai pentingnya penerapan game-based learning dalam pendidikan. Menurutnya, metode ini, yang menggabungkan elemen permainan dengan materi pembelajaran, terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa. Ia merujuk pada laporan Horizon NMC 2014 yang menunjukkan bahwa game dan gamifikasi layak diterapkan secara signifikan dalam pendidikan tinggi. Beliau juga memperkenalkan model ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, Aplikasi) sebagai salah satu pendekatan yang dapat diadopsi.

Pemateri kedua, M. Musa Al Hasyim, S.Sos., M.Si., berbagi pandangan dari perspektif mahasiswa serta praktik pengajaran di kelas. Menurutnya, mahasiswa saat ini cenderung lebih tertarik pada pembelajaran yang bersifat praktis. “Pembelajaran konvensional seringkali membuat mahasiswa menjadi pasif. Oleh karena itu, dosen perlu mulai mengimplementasikan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada mahasiswa,” ujarnya. Maka beliau mengingatkan bahwa game bukanlah alat penilaian utama, melainkan sebagai sarana untuk mengukur keaktifan mahasiswa. “Penting bagi dosen untuk meminta mahasiswa menjelaskan pemahaman mereka tentang materi yang diperoleh dari game, sehingga penilaian bisa lebih komprehensif,” imbuhnya.

Selama acara, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif bertanya dan berdiskusi tentang penerapan game edukatif dalam mata kuliah masing-masing. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan memperkaya wawasan bagi dosen-dosen di Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta untuk terus berinovasi, menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan menyenangkan di era digital.