Program Studi Sejarah Peradaban Islam Mendapatkan Juara Umum Olimpiade Sejarah Islam Nasional 2025

KabarFAB – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum Olimpiade Sejarah Islam Nasional (OSINAS) 2025. Ajang prestisius ini merupakan bagian dari rangkaian ADIA Annual International Conference 2025 yang diselenggarakan di Surakarta pada tanggal 21-25 Juli 2025 di Surakarta.

Pada kompetisi tingkat nasional tersebut, Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Bahasa meraih empat Juara 1. Prestasi tersebut diraih oleh:

  1. Shafa Salsabila (Film Dokumenter Sejarah Islam)
  2. Farizal Iffahtoni Prihatmoko (Film Pendek Sejarah Islam)
  3. Riscy Muhammad Siddiq (Debat Sejarah Islam)
  4. Dewa Alfauqin Faturrangga (Pengelolaan Jurnal Terakreditasi Nasional Terbaik)

Selain itu, Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Bahasa juga berhasil menyabet dua Juara 3 melalui:

  1. Diya’ Husna Kamila (Rancangan Pengabdian Sejarah Islam)
  2. Ahmad Ghulam Mujadid (Game Sejarah Islam)

Prestasi Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Bahasa juga meraih beberapa penghargaan harapan, antara lain:

  1. Syabil Hayyun – Harapan 2 (Bisnis Plan Wisata Sejarah Islam)
  2. Dandy Erfrida Putra – Harapan 2 (Publikasi Artikel Jurnal Mahasiswa Terbanyak)
  3. Saalim Abdul Kholiq – Harapan 3 (Publikasi Artikel Jurnal Mahasiswa Terbanyak)

Konsistensi kemenangan di berbagai cabang lomba ini menjadi penentu utama keberhasilan UIN Raden Mas Said Surakarta untuk meraih predikat Juara Umum OSINAS 2025. Capaian ini tidak hanya menunjukkan keunggulan dalam aspek akademik, tetapi juga membuktikan kapasitas mahasiswa dalam mengelola karya kreatif, inovatif, dan berdampak sosial dalam bidang sejarah Islam.

Keberhasilan ini sekaligus memperkuat reputasi Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Bahasa, sebagai pusat unggulan dalam kajian sejarah Islam Nusantara. Lebih dari sekadar kompetisi, OSINAS 2025 menjadi bukti nyata kontribusi kampus ini dalam memajukan keilmuan sejarah Islam di kancah nasional dan internasional.

Koordinator Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Mohammad Ashif Fuadi, M.Hum., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa yang telah meraih penghargaan tertinggi dalam ajang bergengsi ini. Beliau menegaskan bahwa kerja keras tim menjadi kunci utama keberhasilan, dan capaian ini turut mengangkat kapasitas serta reputasi Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) menuju program studi yang unggul, kompetitif, dan berdampak di tingkat nasional maupun global.