KabarFAB – ADIA Annual International Conference 2025 resmi ditutup pada Kamis, 23 Juli 2025, di Aula Yosodipuro lantai 4 Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara penutupan ini dirangkai bersama jamuan gala dinner yang dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri atas para presenter, panitia, serta para dekan dan perwakilan dari berbagai fakultas adab di Indonesia.
Mengusung tema “Cultural Resilience and Digital Literacy for a Diverse Society”, Konferensi Internasional Tahunan Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab (ADIA) 2025 ini menjadi forum untuk mempertemukan para dosen, peneliti, dan akademisi dari seluruh penjuru tanah air. Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan global dalam menjaga ketahanan budaya serta peningkatan literasi digital di tengah masyarakat yang semakin plural.





Forum ini diikuti oleh kurang lebih 109 peserta yang berasal dari 22 institusi, baik secara luring maupun daring. Tercatat sebanyak 99 makalah ilmiah dipresentasikan dalam sesi paralel, yang terbagi dalam tiga bidang utama: 30 artikel dalam bidang Sejarah dan Budaya, 40 artikel dalam bidang Bahasa dan Sastra, serta 29 artikel dalam bidang Perpustakaan dan Informasi.
Dalam sambutan penutupannya, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi kepada para pengurus ADIA, pimpinan, dan perwakilan fakultas adab dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia yang hadir, antara lain UIN Jember, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan peserta lainnya.
Beliau memandang bahwa forum ADIA ini dapat menjadi wadah penguatan asosiasi, pertukaran ide, serta perumusan kerja sama lintas kampus. Forum ini juga dapat dirancang untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, pembaruan kurikulum, penguatan proses akreditasi, serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan. Asosiasi ini diharapkan menjadi platform inklusif dan dinamis bagi seluruh civitas akademika fakultas adab di Indonesia.
Beliau, mewakili panitia, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan konferensi berjalan lancar sesuai harapan. Partisipasi aktif seluruh peserta, baik dalam forum maupun sesi paralel, sangat diharapkan agar komunikasi dan kolaborasi antar-institusi dapat terus terjalin setelah kegiatan ini, sebagai langkah konkret dalam memperkuat sinergi akademik nasional.
Ketua Forum ADIA, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak Senin, 21 Juli 2025. Forum ini menjadi ajang strategis bagi penguatan kelembagaan dan pertukaran pengetahuan antar-fakultas adab, serta sebagai momen reflektif bagi para akademisi untuk menyegarkan kembali semangat intelektual dan memperluas wawasan keilmuan melalui paparan penelitian mutakhir yang disajikan.
Beliau juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai tuan rumah penyelenggara. Disampaikan bahwa perencanaan kegiatan ini telah dimulai sejak Februari 2025, dengan berbagai tantangan termasuk menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diberlakukan. Namun, dengan kerja sama dan komitmen seluruh pihak, ADIA Annual International Conference 2025 ini dapat terselenggara dengan baik dan diikuti secara luas oleh perwakilan fakultas adab dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, beliau juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kesinambungan forum ini, termasuk melalui penguatan jejaring, pertukaran tulisan akademik, serta revitalisasi media asosiasi seperti jurnal ilmiah. Ia mendorong agar seluruh anggota forum aktif berkontribusi untuk menghidupkan kembali jurnal berbasis asosiasi, yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dan memperkuat peran keilmuan adab dalam lingkup nasional.
Dalam kesempatan tersebut, diumumkan pula rencana pelaksanaan ADIA Annual International Conference pada tahun 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai hasil dari diskusi bersama dan kesiapan institusi tersebut untuk menjadi tuan rumah. Sementara itu, pada tahun 2027 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto akan menjadi tuan rumah pemilihan kepengurusan baru forum ADIA.
Prof. Dr. M. Faisol berpesan, komunikasi dan kolaborasi perlu terus dijalin. Fforum ADIA harus senantiasa “diuri-uri” sebagai ruang untuk sinergi bersama.
