Penguatan Integritas dan Kinerja Civitas Akademika Fakultas Adab dan Bahasa

KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta hari ini mengadakan kegiatan Sarasehan dan Pembinaan Pelaksanaan Tupoksi Civitas Akademika Fakultas Adab dan Bahasa dengan tema “Meningkatkan Integritas dan Produktivitas Kinerja”. Acara ini dilaksanakan pada pukul 16.30–18.30 WIB dan bertempat di Aula Yosodipuro Fakultas Adab dan Bahasa lt. 4. Kegiatan ini juga diikuti oleh 105 peserta yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa, dan juga stakeholder dari Fakultas Adab dan Bahasa.

Selain itu hadir pula Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag. dan juga Dekan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd. Dan sebagai narasumber pada sarasehan ini adalah Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Musta’in Ahmad, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan kali ini dilakukan lebih awal dari biasanya. Jika pada periode-periode sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di akhir masa kerja, maka pada kesempatan ini diselenggarakan di awal periode dengan harapan semangat dan energi seluruh civitas akademika masih berada pada kondisi optimal. Momentum awal ini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi, menerima masukan, serta mendapatkan tausiyah yang konstruktif dalam membangun karakter bersama.

Beliau menegaskan sekali lagi mengenai pentingnya peningkatan kualitas layanan. Seluruh tugas dan tanggung jawab yang dijalankan tidak semata-mata bersifat administratif atau sekadar menyelesaikan pekerjaan. Lebih dari itu, semua aktivitas harus dilandasi niat untuk memberikan layanan terbaik kepada para pengguna layanan, salah satunya adalah mahasiswa. Mahasiswa menaruh harapan besar terhadap proses pendidikan yang dikelola oleh fakultas, sehingga seluruh unsur civitas akademika dituntut menghadirkan kualitas, kepedulian, dan profesionalisme demi masa depan lulusan yang lebih baik.

Pada akhir sambutannya, Dekan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pimpinan program studi, dosen, dan tenaga kependidikan atas kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan untuk kemajuan Fakultas Adab dan Bahasa.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah upaya bersama untuk memperkuat semangat dan komitmen dalam bekerja serta mengabdi di UIN Raden Mas Said Surakarta. Seluruh pembinaan ditujukan demi peningkatan kualitas kinerja, menyegarkan semangat kerja kembali, serta mendorong perbaikan berkelanjutan.

Beliau menegaskan bahwa setiap target yang telah ditetapkan oleh pimpinan universitas maupun fakultas hanya dapat tercapai melalui komitmen, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh elemen. Pencapaian target tidak dapat dibebankan kepada satu unit atau bagian tertentu saja, melainkan membutuhkan kebersamaan dan sinergi.

Wakil Rektor I juga mengaitkan momentum kegiatan dengan pelaksanaan ibadah puasa yang sedang dijalankan. Puasa, menurut beliau, tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga sarana pembentukan karakter seperti kedisiplinan, kejujuran, kesabaran, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut seyogianya tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Bahkan dalam kondisi berpuasa, produktivitas dan profesionalitas diharapkan tetap terjaga dan semakin meningkat. Beliau juga menekankan pentingnya peran seluruh civitas akademik Fakultas Adab dan Bahasa untuk mendukung Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang saat ini sedang berjalan. Setiap individu dapat berkontribusi melalui jejaring dan komunitas masing-masing, baik di lingkungan keluarga, sekolah, pesantren, maupun relasi lainnya. Sosialisasi mengenai jalur SPAN dan berbagai informasi terkait PMB perlu disampaikan secara optimal agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh calon mahasiswa. Selain itu, mahasiswa aktif juga dapat dilibatkan sebagai duta kampus yang menyampaikan pengalaman dan kisah inspiratif mereka sebagai daya tarik bagi calon mahasiswa baru.

Sementara itu dalam pemaparannya, Dr. Musta’in Ahmad menekankan bahwa integritas dan produktivitas tidak boleh dipahami sebatas pemenuhan kewajiban administratif. Menurutnya, dalam konteks birokrasi dan tata kelola perguruan tinggi, capaian kinerja sering kali diukur melalui indikator formal, seperti serapan anggaran dan realisasi program. Namun demikian, esensi kinerja sejatinya terletak pada nilai dan makna yang menyertai setiap pelaksanaan tugas.

Ia menyampaikan bahwa setiap pegawai, dosen, maupun tenaga kependidikan perlu memberikan “rasa dan warna” dalam pekerjaan. Artinya, pelaksanaan tugas tidak hanya dilakukan untuk menggugurkan kewajiban, melainkan dilandasi kesadaran akan tanggung jawab moral dan profesional. Dengan demikian, pekerjaan menjadi bagian dari pengabdian yang bermakna, bukan sekadar rutinitas.

Lebih lanjut, ia mengaitkan nilai integritas dengan pembelajaran spiritual, khususnya dalam momentum Ramadan. Puasa, menurutnya, bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kejujuran dan pengendalian diri. Nilai tersebut relevan dalam dunia kerja, di mana integritas diuji bukan hanya saat diawasi, melainkan ketika seseorang bekerja dalam kesadaran penuh akan amanah yang diemban.

Disiplin dan tanggung jawab tidak boleh semata-mata karena sistem pengawasan, tetapi harus tumbuh dari kesadaran pribadi,” tegasnya.

Dalam konteks produktivitas, ia menegaskan bahwa peningkatan kinerja tidak cukup diukur dari kuantitas pekerjaan, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan kontribusi nyata bagi institusi. Pelayanan akademik yang responsif, pengelolaan administrasi yang akuntabel, serta perencanaan dan penganggaran yang tepat sasaran merupakan wujud produktivitas yang berdampak langsung pada kemajuan fakultas dan universitas.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam, setiap unsur civitas akademika membawa tanggung jawab moral untuk mencerminkan nilai-nilai Islam dalam perilaku dan kinerja. Profesionalisme, kedisiplinan, serta komitmen terhadap mutu merupakan bentuk dakwah melalui tindakan.

Kegiatan sarasehan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh civitas akademika Fakultas Adab dan Bahasa untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing secara optimal. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa integritas adalah fondasi utama, sementara produktivitas merupakan manifestasi nyata dari pengabdian kepada institusi, masyarakat, dan bangsa.