Peneliti BRIN Beri Kuliah Soft Skill di Program Studi Sejarah Peradaban Islam.

KabarFAB – Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta pada Selasa, 21 April 2026 menyelenggarakan Seminar Pengembangan Softskill Mahasiswa dengan tema “Signifikasi Arkeologi dalam Kajian Sejarah Peradaban Islam Indonesia”. Acara ini berlangsung di Aula Yosodipuro, Fakultas Adab dan Bahasa, Lt. 4 dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa program studi Sejarah Peradaban Islam.

Seminar yang menghadirkan Dr. Retno Purwanti, M.Hum., salah seorang peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini bertujuan untuk memperkuat wawasan keilmuan berbasis pendekatan interdisipliner. Kegiatan ini juga diharapkan sebagai ruang belajar untuk menghubungkan kajian sejarah dengan praktik riset lapangan.

Seminar ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., yang menegaskan mengenai pentingnya memperluas cara pandang mahasiswa dalam memahami sejarah. Beliau menekankan bahwa historiografi Islam tidak cukup hanya bertumpu pada sumber tertulis, namun juga harus didukung oleh bukti material.

Dipandu oleh moderator yang juga Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Latif Kusairi, M.A., Dr. Retno Purwanti, M.Hum., sebagai narasumber memaparkan peran strategis arkeologi dalam merekonstruksi sejarah peradaban Islam. Beliau menjelaskan bahwa artefak, situs, dan struktur bangunan dapat menjadi pintu masuk penting dalam memahami dinamika sosial, budaya, dan keagamaan di masa lalu.

Dr. Retno juga memberikan contoh bahwa arkeologi juga mampu mengungkap aspek-aspek kehidupan yang kerap luput dari catatan tertulis. Melalui pendekatan ini, sejarah tidak hanya dibaca sebagai narasi saja, akan tetapi juga bisa menjadi realitas material yang dapat ditelusuri dan dianalisis secara ilmiah.

Dalam seminar ini, Dr. Retno juga memberikan pelatihan praktis kepada mahasiswa. Beliau memperkenalkan pada para mahasiswa mengenai teknik dasar penelitian arkeologi, mulai dari identifikasi temuan hingga penafsiran kontekstual yang relevan dengan kajian sejarah Islam.