KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta hari ini melaksanakan kegiatan Training Camp Rumah Scopus. Acara pembukaan berlangsung pada Senin pagi, 20 Oktober 2025, bertempat di Joglo Rumah Scopus Foundation, Yogyakarta. Sebanyak 20 dosen dari Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta mengikuti program intensif penulisan jurnal ilmiah selama tiga hari, hingga 23 Oktober 2025. Hasil dari pelatihan ini dirancang untuk dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus.




Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Dr. Jumintono Suwardi Joyo Sumarto, M.Pd., selaku Owner Rumah Scopus Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali peran seorang akademisi yang tidak hanya berfungsi sebagai pengajar atau peneliti, melainkan juga sebagai agen perubahan peradaban. Penekanan diberikan pada pentingnya menyebarluaskan ilmu pengetahuan tidak hanya kepada lingkungan kampus, tetapi juga kepada dunia secara luas.
Dr. Jumintono juga menyoroti hambatan internal yang sering kali menghalangi para dosen dalam menulis artikel di jurnal internasional, seperti rasa ragu dan takut. Hambatan ini perlu diatasi agar potensi serta karya ilmiah para akademisi Indonesia dapat dikenal secara global. Sebagai komitmen dalam pelaksanaan pelatihan, beliau menetapkan target ambisius namun realistis, yakni seluruh peserta diharapkan mampu menyelesaikan satu artikel ilmiah dalam tiga hari dengan metode yang tepat dan pendampingan intensif.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., Dekan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta. Prof. Imam menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara fakultas dan Rumah Scopus Indonesia. Beliau juga berbagi pengalaman pribadinya saat mengikuti pelatihan serupa pada tahun 2020, di mana meskipun awalnya hanya berniat mendampingi peserta, beliau berhasil menulis artikel secara efektif dalam waktu singkat.
Lebih lanjut, Prof. Imam menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan optimalisasi anggaran program pengabdian luar negeri yang mengalami refocusing. Dengan mempertimbangkan aspek waktu dan efektivitas, pelatihan dialihkan ke Yogyakarta dengan harapan tetap menghasilkan output berstandar internasional. Dalam konteks akademik, beliau menegaskan pentingnya fokus penuh selama tiga hari pelatihan. Para peserta yang berasal dari enam program studi di Fakultas Adab dan Bahasa diimbau untuk mengesampingkan sementara tugas rutin demi menyelesaikan tulisan ilmiah mereka.
Pembukaan Training Camp Rumah Scopus ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan sebagai titik awal komitmen bersama dalam meningkatkan budaya publikasi ilmiah di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum dalam membangun kultur akademik yang produktif, terarah, dan berdaya saing secara global.
