KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Evaluasi dan Penyusunan Program Kerja Fakultas Adab dan Bahasa pada 12–13 Februari 2026 di Hotel Griya Persada Bandungan, Semarang. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 50 peserta yang terdiri atas Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag, Dekanat Fakultas Adab dan Bahasa, ketua dan sekretaris program studi di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa, Kepala Laboratorium, perwakilan dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, serta stakeholder.





Beberapa stakeholder yang hadir dalam kegiatan ini adalah:
- Dony Prabowo, M.Pd., (Kepala Sekolah SMP Batik Program Khusus – Surakarta)
- Firdaus, S.Pd., (Batik Danar Hadi – Surakarta)
- Nurcholis, S.Ag., M.Pd.I. (Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Salatiga)
- Yusuf Ismail (Fungsional Perencana Muda UIN Salatiga)
- Ahmad Abdul Wakhid, S.Pd. (Biro Travel AWK Best Holiday)
Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi dan penyusunan program kerja ini menjadi forum untuk melakukan sinkronisasi dan sinergi program antara fakultas dengan stakeholder, baik internal maupun eksternal. Sebagai agenda rutin tahunan, pelaksanaan kegiatan pada tahun ini dilaksanakan lebih awal dengan tujuan menghasilkan perencanaan yang lebih matang, terukur, dan lebih berdampak.
Dekan menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua fokus utama, yaitu evaluasi dan implementasi program kerja tahun 2026 serta penyusunan rencana awal program kerja tahun 2027. Program kerja tahun 2026 yang telah dirancang pada tahun sebelumnya saat ini memasuki tahap pelaksanaan dan perlu diselaraskan kembali dengan Perjanjian Kinerja (Perkin) Rektor sebagai turunan kebijakan nasional, mulai dari Asta Cita Presiden, Rencana Strategis Kementerian Agama, Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, hingga Rencana Strategis UIN Raden Mas Said Surakarta dan Perjanjian Kinerja Dekan.
Setiap program kerja fakultas ditekankan harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan sasaran program dan sasaran kinerja yang telah ditetapkan. Pola kinerja saat ini bersifat ketat, terukur, dan berbasis dampak, sehingga seluruh kegiatan fakultas diharapkan memberikan kontribusi langsung terhadap capaian kinerja fakultas dan universitas. Capaian tersebut selanjutnya akan dievaluasi pada akhir tahun dan menjadi bagian dari penilaian kinerja dosen, tenaga kependidikan, dan unit kerja yang terintegrasi dalam Sistem Kinerja Pegawai (SKP) dan e-Kinerja.
Dalam pemaparannya, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa menyampaikan sejumlah fokus strategis fakultas yang telah dirumuskan. Fokus pertama adalah peningkatan jumlah mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, dengan target kenaikan minimal 5%. Upaya yang ditempuh antara lain melalui penguatan strategi promosi program studi, optimalisasi media sosial, pelibatan mahasiswa dan alumni sebagai duta promosi, serta perluasan kegiatan sosialisasi dan pelatihan di tingkat SMA dan MA, baik secara luring maupun daring.
Fokus kedua diarahkan pada percepatan dan peningkatan kualitas akreditasi program studi. Fakultas menargetkan peningkatan jumlah program studi berakreditasi unggul hingga 50% serta membuka peluang pengembangan akreditasi internasional sebagai bagian dari penguatan mutu dan daya saing global.
Fokus ketiga adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang ramah gender dan inklusif. Fakultas menargetkan keterpenuhan standar sarana dan prasarana perguruan tinggi sebesar 80%, termasuk penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas, pengembangan smart classroom, ruang podcast, laboratorium micro teaching, serta penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.
Fokus keempat berkaitan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia. Fakultas mendorong peningkatan pengalaman dosen di luar kampus, percepatan kenaikan jabatan fungsional hingga lektor kepala dan guru besar, serta peningkatan produktivitas publikasi ilmiah. Dosen dan tenaga kependidikan juga didorong untuk mengikuti sertifikasi kompetensi, termasuk melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), guna mendukung capaian kinerja yang terukur dan objektif.
Fokus kelima menyasar peningkatan kualitas dan daya saing lulusan melalui penguatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Fakultas menargetkan seluruh lulusan program sarjana memiliki pengalaman belajar di luar kampus minimal satu semester, baik melalui magang, PLP, pertukaran mahasiswa, maupun program sertifikasi kompetensi. Selain itu, ditargetkan 60% lulusan terserap dunia kerja dalam waktu satu tahun setelah kelulusan.
Fokus keenam adalah optimalisasi kerja sama yang berbasis MoU, MoA, dan IA dengan penekanan pada keberlanjutan dan luaran nyata, seperti riset kolaboratif, publikasi bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama yang tidak memiliki tindak lanjut dan dampak akan dievaluasi agar tidak berhenti pada aspek administratif.
Fokus ketujuh diarahkan pada peningkatan kualitas dan dampak penelitian serta publikasi ilmiah melalui peningkatan sitasi, penguatan orientasi riset berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), serta hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha dan industri.
Selain itu, fakultas juga menekankan pentingnya penguatan karakter keagamaan mahasiswa yang religius, toleran, dan inklusif. Indeks keberagamaan mahasiswa ditargetkan mencapai 80% melalui penguatan integrasi keilmuan di program studi serta peningkatan literasi moderasi beragama bagi mahasiswa baru hingga 100%.
Dari Kegiatan Evaluasi dan Penyusunan Program Kerja Fakultas Adab dan Bahasa ini diharapkan mampu menghasilkan rumusan program kerja yang berdampak signifikan bagi peningkatan kinerja fakultas dan universitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan mutu pendidikan tinggi keislaman.
