Fakultas Adab dan Bahasa Gelar Pembekalan Percepatan Kelulusan bagi Mahasiswa Angkatan 2019–2020

KabarFAB — Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Percepatan Kelulusan bagi mahasiswa angkatan 2019 dan 2020. Acara ini berlangsung 13 Oktober 2025  di Aula Yosodipuro, lt. 4 Fakultas Adab dan Bahasa, mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh 240 mahasiswa, terdiri atas 88 mahasiswa angkatan 2019 dan 152 mahasiswa angkatan 2020. Selain mahasiswa, hadir pula Koordinator Program Studi, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Dekanat Fakultas Adab dan Bahasa, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi, kolaborasi, dan evaluasi dalam rangka percepatan kelulusan mahasiswa. Wakil Dekan Bidang I Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Woro Retnaningsih, M.Pd., menyampaikan bahwa momen ini bisa menjadi ajang refleksi bagi mahasiswa yang telah memasuki akhir masa studi untuk menata kembali semangat dan arah akademiknya.

Dalam penyampaiannya, beliau melihat bahwa pada semester awal perkuliahan mahasiswa cenderung memiliki progres yang cepat, namun pada semester akhir banyak yang mengalami perlambatan. Kondisi ini perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya, baik karena faktor internal maupun eksternal. Beberapa kendala yang sering muncul antara lain masalah ekonomi, kesibukan di luar kampus, atau berkurangnya motivasi belajar. Sebagian mahasiswa yang sudah bekerja juga kerap kehilangan fokus terhadap tujuan perkuliahan, beberapa juga enggan datang ke kampus karena teman-teman seangkatannya telah lulus lebih dulu, sehingga merasa malu.

Selain itu, beliau menyampaikan masih terdapat mahasiswa lama yang bahkan belum memahami prosedur penyusunan tugas akhir sehingga bingung dalam memulai. Wakil Dekan I menegaskan bahwa proses pembimbingan sebenarnya telah diatur sejak awal semester agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri dan tidak merasa canggung dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing.

Mahasiswa juga diimbau untuk tidak bersikap terlalu idealis terhadap topik tugas akhir yang bahkan belum dikuasai secara utuh, karena hal itu sering kali memperlambat proses penyelesaian. Revisi dari dosen pembimbing merupakan bagian dari proses akademik yang harus diterima sebagai upaya penyempurnaan karya ilmiah. Bukan berarti untuk mempersulit mahasiswa, namun lebih kepada penguasaan mahasiswa atas tugas akhir yang sedang dikerjakan.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyinggung penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan tugas akhir. Menurutnya, AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pencarian referensi dan penyusunan gagasan, namun mahasiswa tetap harus memahami metodologi dan menulis hasilnya secara mandiri. Bukan serta merta salin tempel hasil dari kecerdasan buatan tersebut.

Prof. Dr. Woro juga mengingatkan kepada para mahasiswa untuk menata kembali prioritas hidup, terutama bagi yang sudah bekerja. Mereka diharapkan dapat kembali fokus pada penyelesaian tugas akhir dan menjaga komunikasi dengan dosen pembimbing. Setiap perjalanan akademik memiliki tantangan masing-masing, tetapi penyelesaian tugas akhir merupakan inti dari proses perkuliahan yang harus dituntaskan.

Disamping prioritas, beliau juga meminta untuk mengurangi distraksi dari lingkungan, khususnya media sosial, yang sering kali mengganggu konsentrasi belajar. Disarankan agar mahasiswa mulai menulis meskipun hasilnya belum sempurna, kemudian berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk perbaikan. Karena godaan terbesar saat ini adalah media sosial. Niat awal mencari referensi untuk tugas akhir, tapi malah teralihkan oleh hal-hal yang tidak penting, misalnya drama korea, atau yang sekarang cerita gosip yang tidak penting.

Menutup sambutannya, Wakil Dekan Bidang I mengingatkan bahwa menyelesaikan skripsi bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral.

“Nilai mata kuliah yang baik tidak berarti apa-apa jika Anda tidak menyelesaikan studi. Tugas akhir adalah goals dari perjalanan kuliah S1. Selesaikan dengan tekun dan penuh tanggung jawab. Ini baru langkah awal. Perjalanan masih panjang, tetapi dengan komitmen dan semangat, insyaallah semua bisa tercapai,” tutupnya.