KabarFAB – Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar acara Pameran Budaya 2025 dengan mengusung tema “Bhinnaraksa Cyberkala” pada Senin (02/06/2025) di halaman Fakultas Adab dan Bahasa. Acara ini merupakan salah satu tugas akhir mata kuliah Informasi dalam Konteks Sosial Budaya. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengenali, menghargai, dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara dengan proses pengumpulan data, pengolahan informasi, penyusunan narasi, serta mengemas ulang informasi budaya nusantara melalui kegiatan pameran.



Acara dimulai dengan sambutan pembukaan oleh dosen pembimbing dan Koordinator Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Pameran Budaya 2025 ini diikuti oleh 66 mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam semester 4 yang terbagi dalam 6 kelompok.
Dalam sambutannya, Imam Mahmudi, M.Si., M.IP., sebagai dosen pengampu mata kuliah berpesan kepada para mahasiswa sebagai generasi Z yang lahir pada era informasi saat ini harus mengenal ragam budaya Nusantara yang begitu banyak, jangan sampai Era Informasi justru menjadikan “Gen-Z” tidak kenal dengan budaya asli Nusantara dan bahkan mungkin sebaliknya, nyaman dan terlena dengan budaya asing yang begitu mudah diakses melalui media internet tanpa filter. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam harus bisa menjadi pioneer pelestari budaya nusantara di era Informasi.
Sucipto, M.Hum., selaku Koordinator Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengingatkan, setelah mahasiswa mampu mempersembahkan budaya Nusantara melalui kegiatan pameran, juga harus bisa memahami filosofi dari masing-masing budaya yang ditampilkan seperti pakaian adat, tarian, makanan khas daerah, rumah adat, bahasa, dan sebagainya. Setelah kata sambutan, dilanjutkan dengan acara “pecah kendi” oleh Koordinator Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam bersama para dosen yang hadir sebagai simbol dibukanya Pameran Budaya 2025.
Pameran Budaya 2025 ini menampilkan enam budaya daerah di Nusantara yaitu; Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Pameran diawali dengan fashion show yang menampilkan ragam busana adat oleh dua orang perwakilan masing-masing daerah, dilanjutkan dengan pengenalan ragam budaya daerah seperti makanan khas, bahasa, rumah adat, senjata tradisional, seni dan lainnya yang disajikan pada masing-masing stand pameran. Pengunjung dapat mencicipi makanan khas daerah, melihat, membaca dan mengenali ragam budaya nusantara yang telah dikemas oleh peserta pameran.
Puncak acara Pameran Budaya 2025 ini menampilkan pentas seni. Kelompok satu menampilkan budaya daerah Kepulauan Riau yang mementaskan Adat Mengiring Pengantin Kepulauan Riau, Pantun Melayu, Silat Pengantin Melayu, Tari Soleram, Tari Zapin, nyanyian Selayang Pandang, dan Pacu Jalur Riau. Kelompok dua dengan tema budaya daerah Kalimantan Barat menyajikan Tari Dayak Kreasi, dilanjutkan dengan drama musikal Malin Kundang oleh kelompok tiga yang mengangkat budaya Sumatera Barat, dan dilanjutkan dengan pentas Tari Manuk Dadali dan Tari Kreasi Bandung oleh kelompok empat. Tak kalah menarik dengan penampilan sebelumnya, budaya Daerah Istimewa Yogyakarta dipentaskan oleh kelompok lima dengan mengemas drama musikalisasi Rama dan Shinta serta Tari Gambyong. Penampilan kesenian daerah Nusa Tenggara Barat oleh kelompok enam merupakan pentas seni terakhir yang menggabungkan Tari Tresna Asih, Tari Rebo Bontong, dan Tari Presean.
Fattah Misbahuddin Akbar selaku ketua panita dalam penutup acara ini memberikan ucapan terima kasih atas dukungan berbagai pihak di antaranya Berkah Bawang, Uye Chicken, Hanna Hijab, Roti Bakar Pak Eko, Zakkiya Laundry, Geprek NN, Warung Fatin, Media Jaya Beton, Fotocopy Damar Jaya, Singkong Keju Sultan, dan segenap dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
