KabarFAB – Sebagai rangkaian dari kegiatan KKL/Magang 1, mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kunjungan ke Dinas Sejarah (Disjarah) TNI Angkatan Darat di Bandung. Kegiatan ini merupakan lanjutan setelah pada hari pertama mereka mengunjungi Arsip Nasional RI dan juga Kementerian Pariwisata RI. Kunjungan ke Dinas Sejarah (Disjarah) TNI Angkatan Darat ini dilaksanakan pada Rabu, 27 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk menggali langsung sumber primer sejarah militer di Indonesia.




Rombongan yang terdiri dari 93 mahasiswa dan empat dosen pembimbing lapangan (Dr. Nor Huda, M.A., Dr. Aly Mashar, M.Hum., Latif Kusairi, M.A., dan Mohammad Ashif Fuadi, M.Hum.) diterima secara resmi di Auditorium Disjarah TNI Angkatan Darat. Kehadiran para mahasiswa dan dosen Sejarah Peradaban Islam disambut oleh jajaran pejabat dan staf Disjarah TNI Angkatan Darat yang memperkenalkan tugas, fungsi, dan peran penting lembaga ini dalam pelestarian sejarah perjuangan, terutama dari TNI Angkatan Darat.
Pada kesempatan tersebut, pihak Disjarah memberikan penjelasan mengenai pengelolaan arsip, dokumentasi, serta artefak militer yang menjadi sumber primer dalam penulisan sejarah nasional. Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga diajak untuk menelusuri koleksi sejarah militer yang selama ini menjadi fondasi penting kajian akademik dan penelitian sejarah.


Setelah kegiatan di Disjarah TNI Angkatan Darat, rombongan melanjutkan kegiatan KKL/Magang 1 dengan melakukan penelusuran sumber sejarah di Museum Gedung Sate Bandung. Di lokasi ini, para mahasiswa diajak mendalami sejarah pembangunan Gedung Sate sebagai ikon Provinsi Jawa Barat sekaligus menelaah sumber sejarah arsitektur dan pemerintahan kolonial. Melalui rangkaian kegiatan KKL/Magang 1 ini, mahasiswa diharapkan semakin terampil dalam mengakses, memahami, dan mengkritisi sumber-sumber primer yang beragam, baik dari aspek militer maupun sosial-budaya.
