MABASTAFEST 2025: Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Gelar Pertunjukan Pentas Drama

KabarFAB MABASTAFEST (Mahasiswa Bahasa Tadris Indonesia Festival) merupakan ajang pementasan drama akhir tahunan yang diselenggarakan secara berkala oleh mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Adab dan Bahasa, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam satu hari dan bertempat di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah.

Pada tahun 2025 ini, MABASTAFEST mengusung tema dan tagline “Dari Bahasa, Untuk Rasa, Menuju Karya”. Tema ini mencerminkan perjalanan kreatif mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dalam membangun karya seni. Bahasa menjadi fondasi yang menumbuhkan daya pikir, imajinasi, dan kemampuan berkomunikasi. Dari bahasa lahirlah rasa, yaitu kepekaan emosional dan penghayatan nilai kemanusiaan yang kemudian diwujudkan dalam dialog, gerak, dan ekspresi panggung. Perpaduan antara bahasa dan rasa kemudian melahirkan karya yang memiliki makna, nilai estetika, serta pesan moral.

Pementasan ini juga merupakan implementasi dari mata kuliah Penyutradaraan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa semester 5. Tujuan diadakannya pementasan drama ini adalah untuk menampilkan kemampuan dan mengasah potensi mahasiswa, khususnya angkatan 2023 dalam bidang seni peran dan produksi pertunjukan. Selain mengembangkan kreativitas, pementasan ini juga melatih kerja sama tim, tanggung jawab, dan meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap karya sastra dalam dunia teater. Selain itu, MABASTAFEST ini berperan sebagai wadah kepanitiaan semi-profesional yang memberikan pengalaman nyata dalam dunia kesenian dan penyelenggaraan pertunjukan teater bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat tiga pementasan drama dari tiga kelas, yakni SSST…!! karya Ikranegara (5A), Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan karya Kuntowijoyo (5B), dan Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani (5C). Ketiganya akan dipentaskan pada 13 Desember 2025 dengan jadwal kelas 5C pukul 11.00 WIB, kelas 5B pukul 15.00 WIB, dan kelas 5A pukul 19.00 WIB.

Pementasan tahun ini menghadirkan genre naskah drama yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Setiap kelas membawakan naskah dari sastrawan dengan generasi yang berbeda, sehingga dapat memunculkan kekhasan gaya dan genre. Adapun genre masing-masing pementasan kelas yaitu absurd (5A), realis-tragedi (5B), dan realis-komedi (5C).

Keragaman genre ini juga disampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah Penyutradaraan, Sosiawan Budi Sulistyo, yang menyatakan bahwasannya “Kita boleh menaruh ekspektasi besar terhadap penampilan mereka, sebagaimana pementasan tahun sebelumnya. Namun, pada tahun ini ekspektasi tersebut semakin besar karena masing-masing kelas menampilkan naskah drama dari sastrawan dengan generasi berbeda, genre berbeda, dan tema yang relatif tidak sama” ujarnya.

Menjelang hari dilaksanakannya pentas drama, antusiasme penonton sangat tinggi. Hingga hari ini, panitia mencatat sebanyak 500 tiket telah terjual. Ketua Panitia, Fathan Rizki Efendi, menyampaikan bahwa “Pentas Drama 2025 berhasil menjual sebanyak 500 tiket. Capaian ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa maupun masyarakat umum terhadap karya sastra drama masih sangat besar. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita terus melestarikan dan mengapresiasi karya sastra, baik di ruang akademik maupun di lingkungan masyarakat.” ujarnya.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pementasan drama masih relevan dan diminati sebagai media edukasi, hiburan, sekaligus apresiasi sastra. Panitia berharap pementasan tahun ini dapat memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh penonton dan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya di ranah seni pertunjukan.

Penulis: Erlin Atifah Azzahrah