HISKI Komisariat UIN Raden Mas Said Surakarta Adakan Tasyakuran Buku & Buka Peluang Baru bagi Pecinta Sastra

KabarFAB – Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat UIN Raden Mas Said Surakarta resmi dikukuhkan dalam sebuah rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di Mataram Corner Fakultas Adab dan Bahasa pada Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan penanda penting dalam pengembangan kajian sastra dan literasi di lingkungan kampus dan juga menandai dibukanya pendaftaran anggota baru bagi yang berminat di bidang sastra. Selain itu, dalam kegiatan ini juga dibahas beberapa karya buku mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Adab dan Bahasa sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap produktivitas literasi mahasiswa dan kreativitas yang dapat dikembangkan dalam dunia kepenulisan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Elita Lutfiana, S.S., M.A. selaku Sekretaris Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Adab dan Bahsa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terbentuknya HISKI Komisariat UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai wadah pengembangan minat, bakat, serta produktivitas dalam bidang sastra dan literasi. Beliau berharap keberadaan HISKI dapat memperkuat budaya akademik sekaligus ruang kolaborasi bagi para pecinta sastra di lingkungan kampus.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi bedah dan tasyakuran buku yang dipandu oleh Risma Nur Rahmawati, S.S., M.A., selaku moderator. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yakni Dr. Sri Lestari, M.Pd., selaku ketua HISKI UIN Raden Mas Said Surakarta, Ngadiyo selaku CEO Penerbit Diomedia, serta Nuris Fatmawati penulis buku yang berjudul Sang Elang Dari Mesir. Selain itu, dihadirkan pula penulis muda dari mahasiswa Tadris Bahasa Indonesi yakni Dwi Ryan Diani penulis buku Catatan MDPL, dan Nilna Mafzah penulis buku Asmara Luna, serta beberapa mahasiswa penyuntingan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia,

Dr. Sri Lestari, M.Pd. memperkenalkan buku Sang Elang dari Mesir karya Nuris Fatmawati yang diterbitkan pada tahun 2025 dengan ketebalan 282 halaman. Menurutnya, buku tersebut layak diapresiasi karena ditulis dengan motivasi dan semangat yang luar biasa. Meskipun penulis belum pernah mengunjungi Mesir secara langsung, ia mampu menghadirkan gambaran tentang Mesir, Universitas Al-Azhar, serta kehidupan di sana melalui proses riset yang mendalam. Oleh karenanya, buku tersebut dinilai menarik dan cocok untuk dibaca oleh masyarakat yang ingin mengenal kehidupan di Mesir ataupun latar tempat yang ada  di dalam buku tersebut.

Ngadiyo, selaku CEO Penerbit Diomedia menyampaikan pentingnya berkarya sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas dan membangun jiwa yang produktif. Ia menjelaskan bahwa pengalaman membaca memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas tulisan seseorang. Semakin banyak seseorang membaca, semakin luas pula wawasan yang dimiliki untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa seorang penyunting tidak hanya harus mampu menyunting naskah, namun juga harus memiliki kemampuan menulis agar dapat memahami proses kreatif yang dilakukan oleh penulis.

Nuris Fatmawati, sebagai penulis Sang Elang dari Mesir berbagi pengalaman selama proses penulisan bukunya. Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak takut menjadi penulis. Menurutnya, setiap penulis memiliki ciri khas dan gaya penulisan yang berbeda-beda sehingga tidak perlu merasa minder terhadap karya yang dimiliki. Ia menekankan pentingnya memperkuat mental, meyakinkan diri untuk meraih kesuksesan, serta memiliki keberanian untuk memulai dan terus berkarya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai proses kreatif penulisan, penguatan mental sebagai penulis, hingga teknik membangun latar cerita melalui riset dan pengalaman belajar. Adapun beberapa peserta yang turut mengulas kembali salah satu buku karya mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya literasi dan kepenulisan dapat terus berkembang serta menarik partisipasi dari berbagai kalangan, khususnya pecinta sastra. Keberadaan HISKI diharapkan dapat menjadi wadah yang mendorong lahirnya penulis, peneliti, dan pegiat sastra yang mampu berkontribusi bagi perkembangan kebudayaan dan literasi Indonesia. Selain itu, diharapkan pula bahwa kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin agar mampu membuka pemikiran kritis khususnya bagi mahasiswa yang turut mengikutinya.  

Ragil Nur Safitri | 088232866029 | [email protected]