Fakultas Adab dan Bahasa Gelar Sosialisasi KKN Integrasi Internasional Tahun 2026

KabarFAB – Unit Laboratorium Fakultas Adab dan Bahasa menyelenggarakan Sosialisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi Internasional pada Rabu, 26 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh kurang lebih 80 mahasiswa. Dimulai sejak pukul 11.45 WIB, hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan I, Prof. Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd., Kepala Laboratorium Fakultas Adab dan Bahasa, Shabrina An Adzhani, M.A., serta Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Akhmad Anwar Dani, S.Sos.I., M.Sos.I. serta tamu yang lain.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., berharap, meskipun waktu persiapan relatif singkat dan kegiatan dilaksanakan secara daring, seluruh informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini Fakultas Adab dan Bahasa menargetkan pelaksanaan KKN yang terintegrasi dengan Program Pengenalan Lapangan (PPL) atau magang dalam skema internasional. Program tersebut sejatinya telah direncanakan sejak tahun sebelumnya, namun baru dapat direalisasikan pada tahun ini karena penyesuaian waktu dan agenda.

“Alhamdulillah, pada tahun ini terdapat kesesuaian agenda antara fakultas dan program LP2M, sehingga kegiatan KKN Integrasi Internasional ini dapat disinergikan dan dijalankan secara beriringan. Mahasiswa nantinya tidak hanya dapat mengikuti program yang diselenggarakan fakultas, tetapi juga program yang difasilitasi oleh LP2M,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menggaris bawahi bahwa program KKN Integrasi Internasional ini bersifat opsional dan mandiri. Meskipun demikian, pengalaman internasional dinilai memiliki nilai tambah yang signifikan bagi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pengembangan kapasitas diri.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan mahasiswa yang mengikuti program ini memperoleh pendampingan secara optimal. Oleh karenanya, kami mendorong mahasiswa yang berminat untuk mempersiapkan diri sejak dini,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Dekan I, Prof. Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd., menjelaskan bahwa bahwa dunia kerja dan dunia akademik saat ini tidak lagi bersifat lokal. Mahasiswa dituntut memiliki paparan global, pengalaman lintas budaya, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional. Atas dasar tersebut, Fakultas Adab dan Bahasa menghadirkan sebuah payung besar program internasional yang dinamakan FAB Global Engagement Programme.

Program ini memiliki dua jalur utama. Pertama, KKN Internasional Terintegrasi yang berorientasi pada pengabdian masyarakat di luar negeri dan terintegrasi dengan kegiatan akademik serta mini riset. Jalur ini ditujukan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi sosial, akademik, serta menghasilkan luaran ilmiah. Kedua, Magang Internasional yang berfokus pada pengalaman profesional di institusi luar negeri dan ditujukan bagi mahasiswa yang ingin memperkuat portofolio karier serta pengalaman kerja global.

Kedua jalur tersebut dapat dikonversi ke dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tanpa memperpanjang masa studi. Durasi kegiatan berkisar antara 6–8 minggu hingga 1–3 bulan, dengan konversi SKS yang disesuaikan, yakni sekitar 6–12 SKS untuk KKN dan hingga 20 SKS untuk magang sesuai skema yang berlaku.

Luaran yang diharapkan dari program ini meliputi artikel ilmiah, modul pembelajaran, laporan kegiatan, video dokumentasi internasional, serta portofolio global mahasiswa. Program ini dinilai penting karena memberikan paparan internasional, pengalaman lintas budaya, penguatan CV dan portofolio, perluasan jejaring global, serta luaran akademik yang bernilai.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Akhmad Anwar Dani, S.Sos.I., M.Sos.I.,menyampaikan sejumlah informasi penting terkait rencana pelaksanaan KKN reguler di luar negeri yang akan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia. Ia menegaskan bahwa secara prinsip tidak terdapat skema terpisah bernama KKN internasional, melainkan KKN reguler yang dilaksanakan di luar negeri. Oleh karena itu, seluruh peserta tetap wajib melakukan registrasi melalui sistem atau aplikasi KKN resmi agar seluruh proses administrasi terintegrasi dengan baik.

Lokasi pelaksanaan KKN direncanakan di beberapa Sanggar Belajar yang dikelola oleh Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. Kegiatan juga akan berfokus pada pengajaran anak-anak sekolah dengan menggunakan kurikulum KTSP, khususnya dalam penguatan kemampuan baca, tulis, dan berhitung, serta pembinaan ibadah. Durasi pelaksanaan direncanakan sekitar 28–30 hari, yakni mulai 29 Juni hingga 31 Juli 2026.

Terdapat dua skema pembiayaan yang ditawarkan, yaitu skema pembiayaan oleh universitas dengan kuota terbatas sebanyak 20 mahasiswa dan skema mandiri bagi mahasiswa yang siap menanggung pembiayaan secara pribadi. Untuk akomodasi, pihak Sanggar Belajar menyediakan tempat tinggal, bahan makanan pokok mentah, serta peralatan memasak. Namun demikian, mahasiswa tetap perlu menyiapkan dana pribadi untuk kebutuhan tambahan selama kegiatan berlangsung.

Persyaratan umum bagi peserta meliputi minimal berada pada semester VI dengan perolehan minimal 80 SKS, memiliki paspor aktif, memperoleh izin orang tua, memiliki prestasi akademik atau non-akademik, mendaftar melalui sistem dan lolos seleksi, serta mendapatkan izin dari Sekretariat Negara (Setneg). Izin Setneg menjadi syarat penting, khususnya untuk skema pembiayaan UIN, karena tanpa izin tersebut program tidak dapat dibiayai melalui anggaran institusi.

Untuk skema mandiri, komponen biaya utama yang perlu dipersiapkan adalah tiket pesawat pulang-pergi dan transportasi dari Bandara Kuala Lumpur menuju SIKL. Mahasiswa diimbau untuk memperhatikan ketentuan bagasi masing-masing maskapai agar tidak menimbulkan pembengkakan biaya.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Laboratorium Fakultas Adab dan Bahasa, Shabrina An Adzhani, M.A. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk integrasi antara KKN yang dikelola universitas dan magang yang dikelola fakultas, sehingga mahasiswa berkesempatan memperoleh konversi nilai untuk dua mata kuliah sekaligus dalam satu kegiatan. Terdapat dua skema KKN ke luar negeri, yakni skema pembiayaan penuh oleh universitas dan skema mandiri. Sosialisasi kali ini difokuskan pada skema mandiri, sehingga mahasiswa diharapkan memahami kesiapan finansial yang dibutuhkan.

Lokasi pelaksanaan program direncanakan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia, serta di madrasah di Pattani, Thailand, dengan waktu pelaksanaan sekitar akhir Juni hingga akhir Juli. Program ini menuntut kesiapan komunikasi, kemampuan adaptasi, berpikir kritis, serta problem solving karena dilaksanakan dalam konteks internasional. Mekanisme seleksi dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap awal berupa penjaringan minat dan pendataan, serta tahap lanjutan sekitar April atau Mei yang meliputi seleksi administrasi, wawancara, serta penilaian kesiapan akademik, finansial, dan mental. Persyaratan utama pendaftaran meliputi minimal semester VI, memiliki izin orang tua, serta bersedia mengikuti skema mandiri.