Dosen Fakultas Adab dan Bahasa Latih Siswa Sekolah untuk Belajar Bahasa Inggris Mandiri

KabarFAB – Tim dosen Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pelatihan Optimalisasi AI Tools untuk Membangun Kemandirian Belajar Bahasa Inggris bagi Siswa SMA Batik 2 Surakarta” pada Rabu, 1 Oktober 2025, di Aula SMA Batik 2 Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa yang antusias berpartisipasi dalam seluruh sesi pelatihan.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd., yang menekankan pentingnya literasi digital di kalangan generasi muda. Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara positif dapat membantu siswa menjadi lebih mandiri dan kreatif, khususnya dalam mempelajari Bahasa Inggris di era digital.

Kepala SMA Batik 2 Surakarta, Drs. H. Mahfud Ary Prasetyo, M.Si., juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama dengan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta. Ia berpesan agar siswa tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi AI, melainkan menjadikannya sebagai alat bantu untuk mendukung proses belajar.

Sesi pelatihan utama dipandu oleh Muhammad Husin Al Fatah, M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus pakar Teknologi Pembelajaran. Ia memperkenalkan berbagai AI tools yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, seperti ChatGPT, Gemini, dan Blackbox. Peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung penggunaan teknologi tersebut untuk kegiatan menulis, berbicara, dan memahami teks dalam Bahasa Inggris.

Melalui pendekatan interaktif dan berbasis praktik, para siswa terlihat aktif dan bersemangat mengikuti kegiatan hingga akhir. Pelatihan ini bertujuan menumbuhkan kemandirian belajar (self-directed learning) melalui pemanfaatan teknologi AI yang semakin relevan di dunia pendidikan.

Program ini menjadi bagian dari komitmen UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mendukung penguatan kompetensi abad ke-21 bagi pelajar Indonesia, sekaligus memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam pengembangan literasi digital dan pembelajaran bahasa.