Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang Bedah Metodologi dan Peta Baru Penelitian Lewat “Pra Mukhoyyam Bahts Ilmi”

KabarFAB – Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal kelulusan mahasiswa tepat waktu. Melalui kegiatan Pra Mukhoyyam Bahts Ilmi, program studi ini menghadirkan dua dosen tamu dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta untuk membekali mahasiswa semester 7 dengan fondasi metodologi yang kuat serta strategi perluasan objek kajian.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang, Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa forum ini adalah fasilitas bimbingan vital bagi mahasiswa tingkat akhir agar dapat segera mengajukan judul skripsi yang berkualitas. Dengan penuh semangat, beliau menggaungkan moto angkatan: “Masuk bareng, lulus bareng.

Sesi pertama diisi oleh Rumpoko Setyo Jatmiko, S.S., M.A., yang berfokus pada penguatan logika penelitian ilmiah. Rumpoko menekankan perbedaan fundamental antara teori sebagai “alat” dan metode sebagai “cara” kerja. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa penelitian sastra yang baik harus mampu memaparkan kesenjangan (gap) antara realitas teks (das sein) dengan standar ideal (das sollen).

Untuk memberikan gambaran konkret, Rumpoko membedah studi kasus analisis novel Habibi Da’isyi. Ia mendemonstrasikan bagaimana pisau analisis sosiologi sastra dan teori hegemoni Gramsci digunakan untuk membongkar isu terorisme dan dominasi kelompok dalam karya sastra. Pemaparan ini memberikan contoh bagi mahasiswa tentang bagaimana menerapkan beragam teori mulai dari Strukturalisme, Psikologi, hingga Feminisme ke dalam data penelitian yang valid.

Melengkapi materi metodologi, sesi kedua oleh M. Khairil Zaki Al Asyura, S.Fil.I., M.Si. yang mengajak mahasiswa membuka wawasan melalui materi “Peta Baru Kajian Bahasa dan Sastra Arab“. Zaki mendorong mahasiswa mengubah pola pikir agar tidak terpaku pada objek klasik semata, melainkan berani menjelajahi fenomena bahasa Arab yang hidup di era digital.

Zaki memaparkan peluang riset “Blue Ocean” yang minim pesaing namun sangat relevan. Peluang ini meliputi kajian sastra digital seperti Webtoon dan alih wahana film , hingga pergeseran fokus linguistik dari sekadar gramatika (I’rab) menuju analisis wacana kritis di media massa. Ia juga menawarkan pendekatan teori kritis seperti Poskolonialisme dan Feminisme Arab untuk membedah isu identitas dan gender. Menutup sesi, Zaki membagikan formula praktis meracik judul skripsi (Masalah + Objek + Teori) untuk memastikan orisinalitas penelitian mahasiswa.

Sinergi kedua materi ini diharapkan memantik kreativitas mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang untuk menghasilkan skripsi yang tidak hanya metodologis, tetapi juga inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.