Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Gelar Public Lecture tentang Penerjemahan Sastra Anak

KabarFAB – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Public Lecture berjudul “The Art of Translating Children’s Literature” pada Kamis (11/6/2026) di Aula Yosodipuro Fakultas Adab dan Bahasa. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Nur Saptaningsih, M.Hum, dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang merupakan seorang praktisi penerjemahan.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Hj. Woro Retnasingsih, M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mengangkat tema penerjemahan sastra anak. Beliau menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran bahasa di era global. Ia juga menekankan pentingnya menggali dan mengembangkan potensi sastra anak lokal sebagai sumber belajar yang kaya nilai budaya dan karakter bangsa. Menurutnya, berbagai cerita rakyat, legenda, dongeng, maupun karya sastra anak yang berasal dari kearifan lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai media dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Beliau juga berharap kegiatan akademik seperti public lecture dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif melakukan kajian, penelitian, dan pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal yang dapat dipromosikan ke tingkat nasional maupun internasional.

Public lecture ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen yang memiliki minat terhadap bidang penerjemahan, sastra anak, dan pengajaran bahasa Inggris. Dari kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan mengenai berbagai aspek penting dalam menerjemahkan karya sastra anak, mulai dari pemahaman konteks budaya, pemilihan diksi yang sesuai dengan usia pembaca, hingga strategi mempertahankan pesan dan nilai yang terkandung dalam teks asli.

Nur Saptaningsih, M.Hum, dalam paparannya menjelaskan bahwa penerjemahan sastra anak bukan sekadar proses pengalihbahasaan, namun juga upaya menjembatani budaya dan pengalaman pembaca muda dari semua latar belakang. Seorang penerjemah dituntut untuk memahami karakteristik pembaca anak sekaligus menjaga keutuhan makna dan nilai edukatif yang terdapat dalam karya sastra.

Selain membahas teori dan praktik penerjemahan, beliau juga berbagi pengalaman profesionalnya dalam menangani berbagai proyek penerjemahan. Dalam sesi diskusi yang berlangsung beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait tantangan penerjemahan, peluang karier sebagai penerjemah profesional, serta pemanfaatan teknologi dalam dunia penerjemahan modern.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Muntaha, Ph.D menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi mereka dalam bidang bahasa, sastra, dan penerjemahan. Melalui forum akademik seperti public lecture ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik profesional di dunia kerja.

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sendiri berharap mahasiswa semakin terdorong untuk mengembangkan kemampuan penerjemahan, meningkatkan literasi lintas budaya, serta mengeksplorasi kekayaan sastra anak lokal sebagai sumber pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia.