Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Gelar Konsorsium Bahas Feminisme Nusantara

KabarFAB – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Diskusi Konsorsium pada Kamis (4/6/2026) bertempat di ruang dosen program studi Tadris Bahasa Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Sri Lestari, M.Pd. sebagai narasumber dengan tema “Interseksionalitas dalam Karya Sastra”. Diskusi konsorsium ini menjadi wadah bagi dosen program studi Tadris Bahasa Indonesia untuk berdiskusi dan memperkaya perspektif keilmuan, khususnya dalam kajian sastra.

Konsorsium program studi Tadris Bahasa Indonesia ini juga menjadi agenda rutin program studi yang akan dilaksanakan secara bergantian dengan kegiatan BIMTAQ. Kegiatan konsorsium dan BIMTAQ akan dilaksanakan secara berkala setiap dua bulan sekali sebagai upaya meningkatkan budaya akademik, spiritualitas dan juga penguatan budaya diskusi ilmiah di lingkungan program studi Tadris Bahasa Indonesia.

Dalam pemaparannya, Sri Lestari membahas mengenai feminisme Nusantara dalam karya sastra novel yang mengangkat representasi perempuan dalam masyarakat Jawa. Ia menjelaskan makna istilah wadon, wanita, dan perempuan serta keterkaitannya dengan posisi perempuan dalam budaya Jawa. Dalam kajian tersebut, juga dijelaskan mengenai peran perempuan di Nusantara yang telah muncul jauh sebelum emansipasi perempuan yang selama ini sering dikaitkan dengan R.A. Kartini.

Beberapa dosen juga memberikan tanggapan terkait konsep feminisme Nusantara, perbedaan perspektif feminisme Jawa dan Barat, representasi perempuan dalam berbagai lapisan sosial, serta relevansi tokoh perempuan dalam sejarah dan karya sastra. Selain itu, dibahas pula proses riset yang dilakukan pengarang dalam menghadirkan unsur sejarah ke dalam novel sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kehidupan perempuan pada masa Mataram. Beberapa dosen lainnya juga memberikan masukan berupa penambahan referensi tokoh dan karya sastra yang menggambarkan peran perempuan dalam sejarah Nusantara.

Pada kesempatan tersebut Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Prof. Dr. Siti Isnaniah, M.Pd. menyampaikan bahwa kajian feminisme Nusantara dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam memahami posisi perempuan dalam konteks budaya Indonesia.

Diharapkan dari kegiatan ini dapat menjadi sarana pengembangan wawasan akademik bagi dosen dan mahasiswa serta mendorong lahirnya kajian-kajian yang berorientasi pada kekayaan budaya dan sejarah Indonesia. Selain itu, dari kegiatan ini juga dapat memperkuat tradisi diskusi ilmiah di lingkungan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia.

Ragil Nur Safitri | 088232866029 | [email protected]