English Off the Records: Mengubah Mindset “Boring” Menjadi “Fun” dalam Belajar Bahasa Inggris

KabarFAB — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) English Department Student Association, atau yang kerap disebut HMPS EDSA, Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan siniar “Podsa” atau “Podcast EDSA” dengan judul “English Off the Records” pada Jumat (24/4). Podsa pada episode ini berisi diskusi atau conversational yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai teknik belajar bahasa Inggris yang menarik dan tidak membosankan, serta dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Siniar diawali dengan opening dari pembawa acara dan introduction dari narasumber. Narasumber pada Podsa episode ini merupakan Dosen PBI (Pendidikan Bahasa Inggris) UIN Raden Mas Said Surakarta, Mrs. Anni Nurul Hidayati, M.Pd.

Dalam sesi diskusi, Mrs. Anni menanggapi pertanyaan mengenai alasan banyak mahasiswa merasa bosan saat belajar bahasa Inggris. Menurutnya, rasa bosan tersebut sering kali muncul karena fokus yang terlalu berat pada aspek formal seperti grammar, pronunciation, atau kegiatan pasif di dalam kelas.

Sebagai solusi, ia menyarankan mahasiswa untuk beralih ke kegiatan aktif di luar kelas. “Belajarlah seperti kamu tidak sedang belajar,” ungkapnya. Mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan bahasa Inggris ke dalam hobi seperti mendengarkan lagu, menonton film, bermain game, hingga melakukan praktik langsung (doing practice). Langkah awal yang sederhana namun efektif adalah dengan mulai mengubah pikiran atau monolog internal ke dalam bahasa Inggris.

Mrs. Anni juga memaparkan bahwa penggunaan AI tools bisa menjadi alternatif teman belajar yang sangat membantu. Hal ini menjadi solusi praktis bagi mahasiswa yang berada di lingkungan yang kurang mendukung untuk mempraktikkan bahasa Inggris secara langsung.

Terkait proses belajar, beliau menekankan pentingnya keberanian untuk membuat kesalahan. Beliau mengibaratkan belajar bahasa Inggris seperti seorang anak yang belajar mengendarai sepeda; jatuh dan bangun berkali-kali hingga akhirnya lancar. Prinsip utamanya adalah “practice makes perfect”.

Menutup diskusi tersebut, Mrs. Anni mengajak para mahasiswa untuk mengganti sugesti lama. Mindset bahwa bahasa Inggris itu membosankan dan menakutkan harus diubah menjadi “bahasa Inggris itu menyenangkan dan mudah” (English is fun and easy). Dengan motivasi yang kuat dan konsistensi, proses penguasaan bahasa tidak lagi menjadi beban yang sulit, melainkan sebuah perjalanan yang menyenangkan dan berkelanjutan.